| dc.description.abstract | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) hubungan
antara faktor sosial ekonomi dengan fertilitas dan
2) hubungan kausal antara faktor-faktor sosial ekonomi dengan
fertilitas dengan memperhatikan status kerja.
Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan teori alokasi
waktu dari Becker serta teori fertilitas dari Ronald
Freedman dan Davis dan Blake. Fertilitas dianalisis dengan
menggunakan konsep pengambilan keputusan yang tercermin dalam
bentuk jumlah anak lahir hidup (JALH).
Penelitian ini dilakukan di dua desa yaitu Desa ciapus
yang bercirikan desa pertanian dan Desa Padasuka yang
bercirikan des a non pertanian dengan menggunakan metode
studi kasus. Data yang dikumpulkan adalah data kuantitatif
dan kualitatif. unit yang dianalisis
banyak 120 orang yang terdiri dari 60
adalah individu seorang
ibu yang tidak
bekerja dan 60 orang ibu yang bekerja di pertanian dan
non pertanian. Usia ibu antara 15 sampai 49 tahun dan minimal
mempunyai satu orang anak. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan model
analisis sidik lintas yang mempelajari hubungan antara fertilitas dan faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhinya,
seperti pendidikan ibu dan bapak, status pekerjaan,
lapangan pekerjaan, pendapatan rumah tangga, imbalan
kerja istri, curahan waktu kerja istri dalam mencarai nafkah,
umur ibu, usia kawin pertama, pemakaian alat kontrasepsi
dan kematian anak.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di Desa Ciapus
baik pada kasus ibu yang bekerja maupun tidak bekerja mempunyai
rata-rata pengeluaran keluarga per bulan yang rendah
yaitu Rp 102 956, rata-rata umur kawin pertama dibawah 19
tahun dan jumlah anak yang diinginkan masih tinggi yaitu
sebanyak 4 orang. Rata-rata jumlah anak lahir hidup 5.4
orang dan rata-rata jumlah anak yang meninggal 1.1 orang.
Sebagian besar tingkat pendidikan ibu maupun bapak adalah
SLTP kebawah.
Di Desa Padasuka untuk keluarga ibu yang bekerja rata-
rata pengeluaran keluarga per bulan Rp 553 707, tingkat
pendidikan ibu dan bapak adalah SLTA dan Perguruan Tinggi
serta sebagian besar umur kawin pertama diatas 20 tahun.
Keluarga ibu yang tidak bekerja mempunyai rata-rata pengeluaran
keluarga Rp 342 413, tingkat pendidikan ibu kebanyakan
adalah SLTA kebawah dengan rata-rata umur kawin pertama
di bawah 20 tahun. dst | id |