Show simple item record

dc.contributor.advisorTjondronegoro, Sediono M. P
dc.contributor.advisorGuharja, Edi
dc.contributor.authorWijaya, Mahendra
dc.date.accessioned2023-06-27T14:07:10Z
dc.date.available2023-06-27T14:07:10Z
dc.date.issued1992
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/120349
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan memahami pembagian kerja dalam masyarakat pengrajin di desa Cepogo yang menentukan perkembangan besarnya organisasi produksi dan dagang, perkembangan kelembagaan hubungan -kerja, perkembangan sektor kering. jaringan perdagangan dan keterkaitan fungsional industri terhadap pengembangan pertanian lahan Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan teori dan konsep sebagai alat bantu dalam mengarahkan proses penelitian. Teori industrialisasi pedesaan, pembagian kerja dalam masyarakat pada tahap industrial dan perkembangan pasar. Penelitian ini diadakan dengan mengambil kasus industri kerajinan tembaga-kuningan di desa Cepogo. Alasan pemilihan lokasi penelitian dengan mempertimbangkan: sektor industri kerajinan sebagai pekerjaan utama penduduk dan memberikan kontribusi pendapatan desa yang terbanyak. Metode penelitian ini bersifat eksploratif yang berlangsung dari bulan Juli sampai dengan Oktober 1991. Melalui eksplorasi awal diketemukan pengertian "unit kerja/divisi kerja", yakni terbentuk dari spesialisasi pekerjaan yang menghasilkan spesialisasi produk dalam bidang usaha rumah tangga pengrajin. Pada tahap eksplorasi lanjutan yang lebih intensif dalam mengambil data digunakan tehnik wawancara dengan menggunakan kuestioner berstruktur. Berdasarkan teknik pengambilan sampel: stratifikasi random sampling dengan stratum "unit kerja/divisi kerja" ditentukan sebagai berikut: 5 rumah tangga unit usaha perdagangan penyedia bahan baku rongsok, 2 rumah tangga unit usaha produksi dan dagang bahan baku "puton" 3 rumah tangga unit usaha produksi dan dagang produk 1/2 jadi "glodokan/cowekan", 10 rumah tangga unit usaha produksi dan dagang peralatan dapur, 5 rumah tangga unit usaha dagang peralatan dapur, 5 rumah tangga pengusaha hiasan seni ukir, 2 rumah tangga pengrajin hiasan seni ukir dan 8 rumah tangga buruh kerajinan. Teknik pengambilan sampel: snowball sampling dari sejumlah tokoh formal dan informal di tingkat desa, kecamatan dan kabupaten diwawancarai secara mendalam. Analisis dokumen, artifact, folklore mendukung diskripsi periodisasi sejarah. Analisis kuantitatif digunakan tabulasi, distribusi margin dan nilai tambah bagi berbagai spesialisasi pekerjaan. Analisis kualitatif dengan metode sosiogram pertukaran isi dan content analisis. dst ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcLabour marketid
dc.subject.ddcJob Descriptionid
dc.titlePembagian Kerja dalam Masyarakat Pengrajin: (Studi Perkembangan Spesialisasi Pekerjaan dan Produksi dalam Bidang Usaha Rumah Tangga Pengrajin Tembaga- Kuningan di Pedesaan)id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordmasyarakat pengrajinid
dc.subject.keywordpedesaanid
dc.subject.keywordtembaga kuninganid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record