| dc.description.abstract | Angka kematian bayi dan balita yang masih tinggi di Indonesia, terutama disebabkan karena diare. Kematian akibat diare selain karena dehidrasi, juga karena dayatahan tubuh penderita menurun yang disebabkan kehilangan zat gizi selama episode diare, mengakibatkan penderita mudah terkena penyakit lain dan keadaan gizi kurang atau buruk.
Penelitian di beberapa negara berkembang telah membuktikan bahwa pemberian makanan campuran yang baik selama episode diare dan pemulihan, dapat memperkecil kehilangan zat gizi, mempercepat penyembuhan diare dan menghindarkan penurunan keadaan gizi.
Tempe adalah bahan makanan hasil fermentasi, asli Indonesia, yang perlu dikembangkan pemanfaatannya dalam usaha peningkatan derajat kesehatan masyarakat, untuk pencapaian tujuan pokok pembangunan kesehatan negara Republik Indonesia.
Hasil penelitian di berbagai negara menunjukkan bahwa tempe mempunyai mutu gizi yang baik. Pada proses fermentasi, protein dan lemak dalam kedelai terhidrolisa menjadi asam-asam amino dan asam-asam lemak bebas, sehingga mudah diserap dan dimanfaatkan tubuh. Di samping itu kandungan beberapa vitamin naik, dan terbentuk pula vitamin B12, yang tadinya tidak terdapat dalam kedelai. Kandungan beberapa zat yang bersifat antigizi menurun.
Dalam penelitian ini telah dirancang dan dibuat makanan campuran formula tempe, menggunakan tepung terigu, gula dan minyak nabati serta bahan tambahan pembantu pengolahan. Pengolahan makanan formula tempe dilakukan dengan prinsip pembuatan biskuit. Mutu gizi formula tempe ditentukan secara kimiawi dan biologi. Manfaat penggunaan formula tempe dalam penanggulangan masalah diare bayi dan balita, dipelajari dengan menggunakan anak balita penderita diare kronik dan hewan percobaan (kelinci) dalam usia sapihan.
Kombinasi 150 gram tempe segar, 60 gram tepung teri-gu, 40 gram gula dan 5 gram minyak nabati, setelah diolah menghasilkan produk dalam bentuk bubuk, yang kadar zat gizi serta mutu proteinnya memenuhi syarat sebagai makanan bayi berdasarkan ketentuan Codex. Makanan bayi formula tempe mempunyai kadar protein 16,2% dengan nilai Protein Efficiency Ratio (PER) 2,23 (PER kasein standar = 2,50); mempunyai kadar lemak 12,0%, dan mengandung asam lemak oleat, linoleat dan linolenat sebagai asam lemak tidak jenuh, dan asam lemak esensil. … | |