Show simple item record

dc.contributor.advisorHaeruman, Herman
dc.contributor.advisorMuladno
dc.contributor.authorPutra, Adhisa
dc.date.accessioned2023-06-22T14:32:16Z
dc.date.available2023-06-22T14:32:16Z
dc.date.issued2006
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/119987
dc.description.abstractDalam penelitian studi kasus ini dipelajari persepsi masyarakat terhadap ekowisata Perkampungan Budaya Betawi sebagai pelestarian situ dan cagar budaya. Penelitian diawali dengan melakukan observasi kawasan sebagai implikasi kebijakan Gubernur DKI Jakarta (Keputusan Nomor 92 tahun 2000 Tentang Penataan Perkampung an Budaya Betawi di Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Kotamadya Jakarta Selatan) dan diakhiri dengan menjajaki pengembangan ekotorisme sebagai konsep pengelolaan di kawasan ini.. Data persepi masyarakat diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner dengan pertanyaan tertutup kemudian diolah dan dianalisis dengan Chi Square menggunakan program SPSS 11.5. Adapun data mengenai kawasan dan implikasi kebijakan diperoleh melalui serangkaian diskusi dengan tokoh masyarakat kawasan, kemudian pemikiran dan pandangan ahli diperoleh dengan cara mendampingi mereka mengunjungi kawasan sekaligus berinteraksi dengan masyarakat kawasan. or Huk cipta milik IPR University Skala Likert digunakan dalam pengukuran variabel pengetahuan dan persepsi kelompok masyarakat yang terdiri atas kelompok masyarakat warga asli, pendatang. pemudik dan pemerhati. Pengetahuan kelompok masyarakat pemudik dan kelompok masyarakat pemerhati sama-sama memiliki pengetahuan yang cukup baik mengenai kawasan, persepsi mereka juga baik terhadap ekoturisme kawasan sebagai pelestarian situ dan cagar budaya, kelompok masyarakat warga asli mengenai kawasan secara umum cukup baik tetapi persepsinya kurang baik. Sedangkan pengetahuan kelompok masyarakat pendatang mengenai kawasan kurang baik, demikian pula persepsi mereka kurang baik. Perbedaan pengetahuan mengenai kawasan antar kelompok masyarakat dan persepsi terhadap ekoturisme Perkampungan Budaya Betawi antar kelompok masyarakat tidak dipengaruhi oleh karakteristik responden yang meliputi jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan dan penghasilan. Kelompok masyarakat yang memiliki persepsi kurang baik karena mereka kurang memahami fungsi ekologis kawasan sebagai zona statis dan fungsi sosial masyarakat sebagai zona dinamis.id
dc.language.isoidid
dc.subject.ddcEconomicsid
dc.subject.ddcEcotourismid
dc.titlePersepsi masyarakat terhadap ekowisata perkampungan budaya betawi sebagai pelestarian situ dan cagar budayaid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordEkowisataid
dc.subject.keywordSituid
dc.subject.keywordCagar budayaid
dc.subject.keywordEkologis situid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record