| dc.description.abstract | Pengolahan makanan instan mengalami perkembangan pesat, sehingga industri makanan instan pada masa yang akan datang diperkirakan akan semakin banyak dan persainganpun akan semakin ketat. Meningkatnya konsumsi makanan instan dikalangan masyarakat mungkin berkaitan dengan kepraktisan dalam pengolahan makanan tersebut sehingga siap saji dan daya simpannya yang relatif lama sebelum diolah, dengan pola ibu bekerja sehingga menginginkan kemudahan, kepraktisan dan kesenangan yang ditawarkan makanan instan. Sama halnya dengan rumah tangga perkebunan yang umumnya bermukin dilokasi dekat dengan kebun, biasanya jauh dan sulit untuk mengakses pasar menjadi salah satu konsumen potensial dari produk makanan instan.
Tujuan Penelitian adalah (1) Mengetahui karakterisrik keluarga yang meliputi umur, pendidikan, besar keluarga, pendapatan dan pengeluaran. (2) Mengetahui perilaku konsumsi makanan instan, iklan makanan instan, faktor internal (pendidikan ibu, pendapatan keluarga, pengetahuan ibu) dan faktor eksternal (faktor keluarga, tetangga, etnis dan lokasi pemukiman) pada rumah tangga diperkebunan. (3) Menganalisis pengaruh iklan, faktor internal (pendidikan ibu, pendapatan keluarga, pengetahuan ibu) dan faktor eksternal (faktor keluarga, tetangga, etnis dan lokasi pemukiman) terhadap jumlah konsumsi makanan instan pada rumah tangga karyawan perkebunan.
Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Penelitian dilakukan di PTPN V Kebun Lubuk Dalam, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak Sri Indrapura, Propinsi Riau. Populasi penelitian ini adalah seluruh rumah tangga karyawan PTPN V Kebun Lubuk Dalam sebanyak 625 orang karyawan yang terdiri dari berbagai golongan kepangkatan antara lain karyawan staf sebanyak 11 orang, karyawan bulanan tetap sebanyak 130 orang dan karyawan harian tetap sebanyak 484 orang. Seluruh karyawan tersebut terbagi ke dalam 6 Afdiling dan satu kompleks perumahan staf dengan luas kebun 5110,13 Ha. Contoh adalah ibu rumah tangga diambil sebanyak 100 keluarga. Lokasi sampel diambil secara purposive yaitu pada afdiling 2 dengan jumlah 51 keluarga sebagai afdiling terjauh dan afdiling 6 sebanyak 49 keluarga sebagai afdiling yang dekat dengan emplasment untuk mengakses pasar.
Rata-rata lama responden menempuh pendidikan formal 11,9 tahun. Pendapatan keluarga per bulan berkisar dari Rp 700.000 Rp 7.000.000 dengan rata-rata pendapatan per bulan Rp 1.682.450. Pendapatan per kapita per bulan berkisar dari Rp 142.857 Rp 1.666.667 dengan rata-rata pendapatan per kapita keluarga Rp 401.661. | id |