Show simple item record

dc.contributor.advisorRachman, Latief Mahir
dc.contributor.advisorWahjunie, Enni Dwi
dc.contributor.authorNadiyah, Yasmin
dc.date.accessioned2023-06-20T03:57:14Z
dc.date.available2023-06-20T03:57:14Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/119580
dc.description.abstractKegiatan intensifikasi pertanian dapat menyebabkan dampak negatif bagi lingkungan. Pemberian pupuk yang berlebihan dan waktu pemupukan yang tidak tepat dapat menimbulkan inefisiensi pemupukan seperti hilang terbawa aliran irigasi, mengganggu keseimbangan unsur-unsur hara dalam tanah, dan pencemaran air dan tanah. Penelitian mengenai pergerakan dan distribusi bahan kimia, seperti hara dalam tanah sangat diperlukan untuk memprediksi perilaku dan efisiensi hara. Penelitian ini digunakan untuk membandingkan kemampuan tanah Podsolik yang disawahkan terhadap pergerakan hara P dan K. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada kedalaman 0-30 cm menggunakan pipa PVC 10 x 40 cm. Pembuatan larutan hara P dibuat menggunakan pupuk TSP dengan konsentrasi sebesar 392 ppm P. Adapun larutan hara K menggunakan pupuk KCl dengan konsentrasi sebesar 385 ppm K. Larutan tersebut masing-masing dimasukkan ke dalam kolom tanah jenuh untuk pengukuran pergerakan hara. Pengukuran dilakukan dengan metode constant head berdasarkan penurunan tinggi air di permeameter. Larutan K dan P masing-masing dimasukkan pada kolom tanah yang berbeda. Filtrat yang keluar dari kolom tanah di tampung menggunakan gelas ukur kemudian dimasukkan kedalam botol kocok pada rentang waktu 2–3 jam/botol. Pengukuran hara K dan P dilakukan pada effluent yang terdapat di setiap botol kocok. Untuk menganalisis perubahan pola konsentrasi hara dalam larutan yang masuk (inffluent) terhadap perjalanan waktunya, digambarkan pada Breakthrough Curve. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pergerakan hara K dan P dalam kolom tanah Podsolik yang disawahkan memiliki nilai yang berbeda. Pergerakan hara dalam tanah terjadi terjadi karena proses difusi atau aliran massa atau dispersi hidrodinamik atau kombinasi ketiganya. Pergerakan hara K sebagai kation membutuhkan volume yang lebih tinggi dibandingkan dengan hara P sebagai anion untuk mencapai titik kesetimbangan C/Co = 1. Titik kesetimbangan (C/Co) = 1 pada hara K didapat ketika rasio volume berada di titik 13 (V/Vo), adapun pada hara P didapat ketika rasio volume berada di titik 7 (V/Vo). Pergerakan hara K memiliki rata-rata kecepatan yang lebih rendah dibandingkan dengan pergerakan hara P dan permeabilitas (0.72 cm/jam), adapun hara P memiliki rata-rata kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan permeabilitas. Nilai rata-rata kecepatan hara K sebesar 0.62 cm/jam dengan waktu 362 jam, adapun hara P sebesar 0.82 cm/jam dengan waktu 131 jam. Hal tersebut menunjukkan bahwa pada pergerakan hara P dan K proses yang terjadi didominasi oleh aliran massa. Kadar hara P dan K total dan tersedia meningkat pada setiap kedalaman tanahid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcSoil Sciencesid
dc.subject.ddcPlant Nutritionid
dc.subject.ddc2019id
dc.titlePergerakan Hara P (PO4 2-) dan K (K+) pada Kolom Tanah Podsolik yang Disawahkanid
dc.title.alternativeMovement of nutrients P (PO42-) and K (K+) in Podsolic Paddy Soil Columnsid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordBogor Agricultural Universityid
dc.subject.keywordInstitut Pertanian Bogorid
dc.subject.keywordIPBid
dc.subject.keywordbreakthrough curveid
dc.subject.keywordconstant headid
dc.subject.keywordtanah Podsolik yang disawahkanid
dc.subject.keywordIntensifikasi Pertanianid
dc.subject.keywordAliran Massaid
dc.subject.keywordPermentabilitasid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record