Pergerakan Hara P (PO4 2-) dan K (K+) pada Kolom Tanah Podsolik yang Disawahkan
View/ Open
Date
2020Author
Nadiyah, Yasmin
Rachman, Latief Mahir
Wahjunie, Enni Dwi
Metadata
Show full item recordAbstract
Kegiatan intensifikasi pertanian dapat menyebabkan dampak negatif bagi
lingkungan. Pemberian pupuk yang berlebihan dan waktu pemupukan yang tidak
tepat dapat menimbulkan inefisiensi pemupukan seperti hilang terbawa aliran irigasi,
mengganggu keseimbangan unsur-unsur hara dalam tanah, dan pencemaran air dan
tanah. Penelitian mengenai pergerakan dan distribusi bahan kimia, seperti hara dalam
tanah sangat diperlukan untuk memprediksi perilaku dan efisiensi hara. Penelitian ini
digunakan untuk membandingkan kemampuan tanah Podsolik yang disawahkan
terhadap pergerakan hara P dan K. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada
kedalaman 0-30 cm menggunakan pipa PVC 10 x 40 cm. Pembuatan larutan hara P
dibuat menggunakan pupuk TSP dengan konsentrasi sebesar 392 ppm P. Adapun
larutan hara K menggunakan pupuk KCl dengan konsentrasi sebesar 385 ppm K.
Larutan tersebut masing-masing dimasukkan ke dalam kolom tanah jenuh untuk
pengukuran pergerakan hara. Pengukuran dilakukan dengan metode constant head
berdasarkan penurunan tinggi air di permeameter. Larutan K dan P masing-masing
dimasukkan pada kolom tanah yang berbeda. Filtrat yang keluar dari kolom tanah di
tampung menggunakan gelas ukur kemudian dimasukkan kedalam botol kocok pada
rentang waktu 2–3 jam/botol. Pengukuran hara K dan P dilakukan pada effluent yang
terdapat di setiap botol kocok. Untuk menganalisis perubahan pola konsentrasi hara
dalam larutan yang masuk (inffluent) terhadap perjalanan waktunya, digambarkan
pada Breakthrough Curve. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pergerakan hara K
dan P dalam kolom tanah Podsolik yang disawahkan memiliki nilai yang berbeda.
Pergerakan hara dalam tanah terjadi terjadi karena proses difusi atau aliran massa atau
dispersi hidrodinamik atau kombinasi ketiganya. Pergerakan hara K sebagai kation
membutuhkan volume yang lebih tinggi dibandingkan dengan hara P sebagai anion
untuk mencapai titik kesetimbangan C/Co = 1. Titik kesetimbangan (C/Co) = 1 pada
hara K didapat ketika rasio volume berada di titik 13 (V/Vo), adapun pada hara P
didapat ketika rasio volume berada di titik 7 (V/Vo). Pergerakan hara K memiliki
rata-rata kecepatan yang lebih rendah dibandingkan dengan pergerakan hara P dan
permeabilitas (0.72 cm/jam), adapun hara P memiliki rata-rata kecepatan yang lebih
tinggi dibandingkan dengan permeabilitas. Nilai rata-rata kecepatan hara K sebesar
0.62 cm/jam dengan waktu 362 jam, adapun hara P sebesar 0.82 cm/jam dengan
waktu 131 jam. Hal tersebut menunjukkan bahwa pada pergerakan hara P dan K
proses yang terjadi didominasi oleh aliran massa. Kadar hara P dan K total dan
tersedia meningkat pada setiap kedalaman tanah
