Show simple item record

dc.contributor.advisorSugihen, Basita Ginting
dc.contributor.advisorTjitropranoto, Prabowo
dc.contributor.advisorAsngari, Pang S.
dc.contributor.authorBisri, Hasan
dc.date.accessioned2023-06-15T05:57:49Z
dc.date.available2023-06-15T05:57:49Z
dc.date.issued1998
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/119258
dc.description.abstractSalak Pondoh merupakan salah satu komoditas hortikultura yang mempunyai prospek yang cukup cerah, baik untuk pasar lokal maupun ekspor. Untuk dapat memenuhi pasar lokal maupun ekspor, perlu meningkatkan produktvitas. Agar dapat meningkatkan produktivitas diperlukan adanya teknologi usahatani yang baik. Dalam rangka memasyarakatkan suatu teknologi diperlukan jasa penyuluhan yang tepat dan efisien. Karena jumlah penyuluh di Indonesia terbatas, maka perlu adanya wahana yang dapat mendukung lancarnya proses penyuluhan tersebut. Sesuai SK Menteri Pertanian no 88 tahun 1988, menetapkan bahwa, kelompok tani berperan dan ber- fungsi sebagai kelas belajar mengajar, sebagai unit produksi usahatani, dan sebagai wahana kerjasama antara anggota kelompok, serta antara kelompok dengan pihak lain. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat penerapan teknologi usahatani Salak Pondoh, petani anggota kelompok anjuran dinas, petani anggota kelompok inisiatif sendiri, dan petani non kelompok, di Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta; (2) mengetahui hubungan faktor internal (ka- rakteristik pribadi) dan faktor eksternal (karakteristik sosial ekonomi) terhadap..dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcTechnical innovationsid
dc.titlePenerapan teknologi usahatani salak pondoh: kasus pada petani kelompok dan petani non kelompok di kabupaten Sleman, D. I. Yogyakartaid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordSalacca edulisid
dc.subject.keywordParticipationid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record