Show simple item record

dc.contributor.advisorSumarti, Titik
dc.contributor.advisorSaharuddin
dc.contributor.authorWidharsono
dc.date.accessioned2023-06-14T06:52:29Z
dc.date.available2023-06-14T06:52:29Z
dc.date.issued2006
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/119178
dc.description.abstractKajian ini bertujuan untuk mengetahui program pengembangan KUBE sebagai wadah pemberdayaan keluarga miskin. Kajian ini dilakukan di desa Mantaren II Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau Propinsi Kalimantan Tengah. Dalam kajian ini mengambil judul “ Pemberdayaan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Batu Bata Untuk Meningkatkan Pendapatan Keluarga Miskin” dengan pertimbangan bahwa hasil evaluasi program pengembangan komunitas yang dilakukan terhadap program KUBE menunjukkan adanya kelemahan atau permasalahan. Oleh karena itu kajian ini juga ingin mengidentifikasi performa KUBE, permasalahan, potensi , harapan, mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat, serta menyusun rencana program aksi pengembangan KUBE yang dilakukan secara partisipatif melalui FGD dengan melibatkan semua unsur yang terkait. Hasil kajian dilapangan menunjukkan bahwa permasalahan yang dihadapi KUBE meliputi : Kurangnya modal kerja, Tidak berfungsinya pengurus KUBE, Kurang kompaknya anggota KUBE, Kurangnya dukungan dari Pemerintah, Rendahnya Teknologi, Kurang kekompakan anggota dalam penentuan harga, belum ada kemitraan. Sedangkan potensi yang dimiliki KUBE meliputi : bahan baku melimpah, adanya keterampilan anggota, tingginya partisipasi anggota, peluang pasar, adanya lembaga keuangan, adanya lembaga / instansi pemerintah, adanya LSM pemerhati kemiskinan. Harapan yang diinginkan antara lain : dapat menambah permodalan sehingga dapat memperluas usaha, berfungsinya pengurus KUBE, terwujudnya kemitraan atau jaringan kerja, terwujudnya kerjasama dan kekompakan anggota, dapat bersaing di pasaran, Adanya pembinaan dari Pemerintah, Adanya pendampingan KUBE. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan KUBE terdiri dari : potensi keluarga miskin, yang meliputi faktor positif; anggotanya memiliki lahan yang luas, anggota KUBE, terampil , anggota KUBE ulet bekerja, adanya kerjasama antar anggota. Faktor negatif ; bahan baku dapat merusak lingkungan, masih terdapat kekurang kompakan anggota, terbatasnya modal. Dukungan pihak luar, faktor positif meliputi ; Terdapat peluang pasar yang cukup luas, adanya Instansi atau lembaga Pembina, masih terdapat lembaga keuangan, terdapatnya pengusaha atau rekanan. Faktor negatif meliputi ; masih terjadi persaingan pasar, belum ada pendampingan, tidak ada keberanian mengajukan pinjaman modal, belum mampu menjalin kemitraan. Dukungan kelompok lokal lain: faktor positif meliputi ; adanya hubungan kerja dengan TPSP, adanya pembinaan dari Karang Taruna, terdapatnya kelompok usaha produktif lain di desa. Faktor negatif terdiri dari ; pinjaman ke TPSP terbatas dan kecil, belum ada kerjasama dengan kelompok lokal lainnya. Dukungan Komunitas : faktor positif ; adanya modal awal berupa sarana produksi, adanya dukungan Tokoh Masyarakat, adanya tenaga kerja. Faktor negatif ; belum melibatkan komunitas secara umum, belum mampu menampung seluruh keluarga miskin...dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcSocial problemsid
dc.subject.ddcCommunity developmentid
dc.titlePemberdayaan kelompok usaha bersama batu bata untuk meningkatkan pendapatan keluarga miskin: studi kasus di Desa Mantaren II Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengahid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordOrganisasi sosialid
dc.subject.keywordKelaurga miskinid
dc.subject.keywordPovertyid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record