Show simple item record

dc.contributor.advisorYulianda, Fredinan
dc.contributor.advisorNurisjah, Siti
dc.contributor.authorPurwita, Indah Herawati
dc.date.accessioned2023-06-14T05:51:14Z
dc.date.available2023-06-14T05:51:14Z
dc.date.issued2010
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/119108
dc.description.abstractKepulauan Seribu sejak tahun 2002 ditetapkan menjadi Kabupaten Administratif di Propinsi DKI Jakarta. Sebagain besar kawasannya merupakan Taman Nasional Laut di zona pemukiman yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi. Keunikan Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu adalah ekosistem pesisir dengan terumbu karang yang dimilikinya, dimana ekosistem pesisir mempunyai produktivitas dan keanekaragaman jenis biota yang tinggi. Prinsip pengelolaan secara keberlanjutan (sustainable development) dapat dilihat dari sifat suatu sumberdaya. Berdasarkan sifatnya, ekosistem pesisir dan pulau-pulau kecil yang rentan dan dibatasi oleh daya dukung maka pengembangan pariwisata di pulau-pulau kecil seharusnya dikembangkan berbasis ekowisata. Yulianda (2007), menambahkan bahwa konsep pengelolaan ekowisata tidak hanya berorientasi pada keberlanjutan lingkungan tetapi juga mempertahankan nilai sumberdaya alam dan manusia. Pelaksanaan wisata bahari yang berhasil apabila memenuhi berbagai komponen yakni terkait dengan kelestarian lingkungan alami, kesejahteraan penduduk yang mendiami wilayah tersebut, kepuasan pengunjung yang menikmatinya dan keterpaduan komunitas dengan area pengembangannya (Nurisjah, 2001). Memperhatikan komponen tersebut maka wisata bahari akan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian masyarakat. Wisata bahari yang berkembang di Kelurahan Panggang, mengutamakan ekosistem terumbu karang sebagai objek utama wisata bahari. Keterlibatan dan partisipasi masyarakat lokal sangat tinggi sebagai penyedia jasa wisata bahari. Pemanfaatan jasa-jasa lingkungan dalam bentuk wisata bahari seperti diving (menyelam) dan snorkeling adalah bentuk wisata bahari yang sangat digemari oleh wisatawan. Sangat besar keterlibatan masyarakat terutama dalam hal penyediaan homestay, catering, transportasi dan penyedia jasa pemandu wisata (guide). Kunjungan wisata yang semakin meningkat dikhawatirkan tidak terkendali pada saat yang sama tingkat pengetahuan, pemahaman dan kesadaran masyarakat di lokasi tersebut, tidak cukup mampu menjadi “buffer” bagi wisatawan untuk ikut serta menjaga dan peduli terhadap ekosistem terumbu karang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kegiatan wisata bahari berdasarkan pendekatan ekosistem terumbu karang dalam hubungannya dengan persepsi dan kegiatan langsung wisatawan, serta persepsi dan kegiatan langsung masyarakat penyedia jasa wisata bahari. Analisis terhadap tiga parameter tersebut diharapkan menjadi bahan pertimbangan yang penting dalam mengelola dampak kunjungan wisata bahari di Kepulauan Seribu....dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Argicultural University (IPB)id
dc.subject.ddcMarine productid
dc.subject.ddcCoralid
dc.titlePengelolaan Wisata Bahari Dengan Pendekatan Ekosistem Terumbu Karang di Kelurahan Panggang, Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu (dalam Kegiatan Diving dan Snorkeling)id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordCoral reefid
dc.subject.keywordDivingid
dc.subject.keywordMarine tourismid
dc.subject.keywordManagementid
dc.subject.keywordSnorkelingid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record