| dc.description.abstract | Tujuan penelitian ini untuk (1) mendeskripsikan karakteristik pengurus LKMD, (2) mengidentifikasi persepsi pengurus LKMD tentang peranan dan fungsi LKMD dalam pembangunan, (3) mengidentifikasi tingkat partisipasi pengurus LKMD dalam kegiatan pembangunan, ( 4) mengetahui hubungan antara karakteristik dengan persepsi pengurus LKMD dan ( 5) mengetahui hubungan antara karakteristik dengan partisipasi pengurus LKMD. Penelitian ini bersifat deskriptif korelasional dengan peubah tak bebas: umur, pendidikan, pekerjaan, sifat kosmopolitan, status, pemahaman, motivasi dan minat menjadi pengurus LKMD. Peubah bebas adalah persepsi pengurus LKMD tentang peranan dan fungsi LKMD dan partisipasi pengurus LKMD dalam kegiatan pembangunan. Jumlah sampel sebanyak 112 orang pengurus LKMD di lingkungan Kecamatan Bengkunat yang diambil secara acak sederhana dari 240 orang pengurus LKMD yang ada. Untuk mengetahui hubungan antar peubah, dianalisis dengan menggunakan uji Kali Kuadrat ( X2 ) Hasil analisis data menunjukkan bahwa : (1) sebagian besar pengurus LKMD berumur 31 - 50 tahun dengan latar belakang pendidikan sebagian besar setingkat sekolah dasar. Pekerjaan pengurus umumnya sebagai petani dengan pemahaman tentang peranan dan fungsi LKMD masih rendah. Motivasi dan minat untuk ditunjuk sebagai pengurus LKMD umumnya rendah. Persepsi tentang peranan dan fungsi LKMD sebagai wadah partisipasi masyarakat dalam kegiatan umumnya rendah. Pengurus yang memiliki persepsi pada Katagori tinggi hanya 16,9 %. Tingkat partisipasi pengurus dalam kegiatan pembangunan umumnya rendah. Dari empat tahap kegiatan pembangunan yakni, perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan dan pemeliharaan hasil-hasil pembangunan, tingkat. partisipasi pengurus yang tinggi hanya pada tahap penyusunan perencanaan dan pemanfaatan hasil-hasil pembangunan. Partisipasi responden pada tahap pelaksanaan dan pemeliharaan hasilhasil pembangunan umumnya rendah. Dari kesimpulan di atas, maka disarankan hal-hal sebagai berikut; (1) perlu dilakukan pem binaan terpadu terhadap pengurus Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa, (2) lebih giat dilakukan sosialisasi terhadap pengurus dan masyarakat tentang peranan dan fungsi LKMD dalam kegiatan pembangunan, (3) untuk meningkatkan dinamika LKMD, struktur dan tata kerja LKMD yang ada perlu di evaluasi ulang. | id |