Show simple item record

dc.contributor.advisorRusli, Said
dc.contributor.advisorSoetarto, Endriatmo
dc.contributor.authorMawardi, J, M.
dc.date.accessioned2023-06-12T07:43:52Z
dc.date.available2023-06-12T07:43:52Z
dc.date.issued2003
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/118913
dc.description.abstractKarangrejo merupakan salah satu komunitas pendatang yang pola keliidupan masyarakatnya bercocok tanam di ladang, terutama padi dan kacang serta dari hasil tanaman keras seperti karet. Seiring dengan masuknya program Tebu Rakyat Intensifikasi terjadilah perubahan peruntukan lahan yang berakibat pula pada perubahan pendapatan dan kelembagaan dan jaringan sosial dalam tatanan sosial masyarakat. Menghadapi kondisi yang demikian, masyarakat dituntut untuk beradaptasi guna mempertahankan kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola adaptasi yang dilakukan· oleh masyarakat petani desa Karangrejo dalam menghadapi perubahan peruntukan lahan, dan bagaimana bentuk jaringan sosial yang terwujud dan terpelihara dalam masyarakat petani. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif Responden terdiri dari semua petani peserta program Tebu Rakyat lntensifikasi di desa Karangrejo Sungkai Selatan Lampung Utara yaitu sebanyak 16 orang. Selain itu data juga bersumber dari informan. Untuk data yang bersifat primer pengumpulaunya dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi sedangkan untuk data sekunder dilakukan melalui penelusuran dan penyalinan arsip. Sedangkan analisis datanya ditempuh melalui tiga jalur yaitu dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang ditempuh yakni dengan memanfaatkan jaringan sosial yang telah ada. Bagi rumah tangga petani lapisan bawah, mereka cenderung memilih jenis pekerjaan lebih aman walaupun hasilnya sedikit, dari pada memulai usaha baru tetapi mengandung resiko kerugian yang dapat menghancurkan mata pencahariannya, karena pola nafkah ganda yang diperoleh selama ini tidak bisa untuk mencukupi biaya hidup. Sedangkan bagi Rumah cangga petani lapisan menengah dapat dibedakan dalam tiga kategori Pertama, petani yang mempunyai tingkat produksi usahatani yang hanya cukup untuk menutupi kebutuhan subs1stensi keluarga. Kedua, petani yang mampu menghasilkan surplus usahatani dan surplus tersebut diakurnulasikan ke dalam usaha pertanian, seperti mempersiapkan modal untuk musim berikutnya dan membeli teknologi baru pertanian yang lebih intensif. Kehga, petani yang menghasilkan surplus usahatani dan mampu melakukan akumulasi pada usaha luar pertanian. Rumah tangga petani lapisan atas dengan adanya perubahan peruntukan lahan mengakibatkan mereka tidak mampu mengakumulasikan modal sebagaimana semula, kerena surplus dari usaha yang lain digunakan untuk menutupi kerugian akibat penurunan hasil dari tanaman tebu. Bahkan ada sebagian petani yang hasil dari sektor pertanian hanya untuk bisa bertahan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcSociologyid
dc.subject.ddcSocial changeid
dc.titlePola adaptasi masyarakat petani terhadap perubahan peruntukan lahan di desa Karangrejo Sungkai Selatan Lampung Utaraid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordSugar caneid
dc.subject.keywordSocial changeid
dc.subject.keywordSocial behaviourid
dc.subject.keywordAdaptationid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record