Show simple item record

dc.contributor.advisorEffendi, Hefni
dc.contributor.advisorAdiwilaga, Enan M
dc.contributor.authorTirtawijaya, Gabriel
dc.date.accessioned2023-06-09T08:15:39Z
dc.date.available2023-06-09T08:15:39Z
dc.date.issued2013
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/118730
dc.description.abstractThalassia hemprichii adalah salah satu jenis lamun perairan tropis yang termasuk dalam famili Hydrocharitaceae. Lamun tergolong tumbuhan sejati yang dapat memproduksi senyawa kimia organik untuk pertumbuhan dan perkembangan. Banyak dari senyawa tersebut berkembang sebagai bentuk respon dari lingkungan yang keras dan dinamis serta tekanan kompetisi ekologis. Senyawa kimia yang dihasilkan oleh tumbuhan namun tidak penting untuk pertumbuhan normal, perkembangan, ataupun reproduksi tumbuhan merupakan senyawa metabolit sekunder. Aktivitas manusia di Pulau Pramuka memungkinkan adanya tekanan lingkungan yang berdampak terhadap T. hemprichii di perairan. Respon T. hemprichii terhadap lingkungannya diamati dari metabolit primer (laju pertumbuhan dan profil nutrisinya) dan metabolit sekunder (fitokimia dan aktivitas antibakteri). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (a) pertumbuhan dan nutrisi Thalassia hemprichii, (b) aktivitas antibakteri T. hemprichii, (c) kondisi lingkungan perairan Pulau Pramuka, dan (d) faktor-faktor lingkungan perairan yang mempengaruhi pertumbuhan, nutrisi, dan aktivitas antibakteri T. hemprichii. Penelitian dilakukan selama 3 bulan (Maret-Mei 2013). Penelitian dilakukan di Pulau Pramuka Kepulauan Seribu DKI Jakarta. Parameter yang diamati, yaitu kedalaman, suhu, kecepatan arus, salinitas, nitrat dan ortofosfat air kolom dan air pori, COD air kolom, TOM sedimen, tekstur sedimen, biomassa epifit, pertumbuhan T. hemprichii, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, dan kadar serat kasar daun T. hemprichii, diameter zona hambat antibakteri, dan kandungan fitokimia daun T. hemprichii. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas fisik dan kimia perairan masih dalam kisaran toleransi hidup Thalassia hemprichii. Rata-rata laju pertumbuhan T. hemprichii di Pulau Pramuka 4.38 ± 0.63 mm hari-1. Antibakteri aktif pada Rhodobacteraceae bacterium dengan zona hambat berkisar 4.50 – 9.75 mm. Pertumbuhan dan aktivitas antibakteri terbaik terdapat pada stasiun 2 (P<0.05) dengan kedalaman perairan 51 cm, suhu 33 0C, salinitas 31 psu, kecepatan arus 0,09 m s-1, nitrat air kolom 39 μg L-1, nitrat air pori 27 μg L-1, ortofosfat air kolom 12 μg L-1, ortofosfat air pori 18 μg L-1, COD air kolom 40.890 mg L-1, TOM sedimen 6.483%, dan biomassa epifit 25.927 mg cm-2. Kadar abu (1.88-3.48%), protein (1.81-2.42%), dan lemak (0.19-0.29%) tidak berbeda nyata antar stasiun (P>0.05), sedangkan serat kasar (1.35-2.30%) berbeda nyata antar stasiun (P<0.05). Senyawa fitokimia yang terdeteksi berpotensi sebagai antibakteri, yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin.id
dc.language.isoidid
dc.subject.ddcWater Resourcesid
dc.titlePertumbuhan, nutrisi, dan potensi aktivitas antibakteri Thalasia hempricii di perairan Pulau Pramuka Kepulauan Seribu DKI Jakartaid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordantibacterialid
dc.subject.keywordgrowthid
dc.subject.keywordnutritionid
dc.subject.keywordphytochemicalid
dc.subject.keywordThalassia hemprichiiid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record