Show simple item record

dc.contributor.advisorBudiaman, Ahmad
dc.contributor.advisorHardjanto, Hardjanto
dc.contributor.authorAgustin, Sarah
dc.date.accessioned2023-06-07T09:01:28Z
dc.date.available2023-06-07T09:01:28Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/118613
dc.description.abstractHutan rakyat memiliki peranan penting sebagai pemasok kayu bulat pada industri perkayuan, sumber pendapatan masyarakat, dan menjaga fungsi lingkungan. Hutan rakyat agroforestri membutuhkan teknik penebangan yang berbeda jika dibandingkan dengan hutan rakyat monokultur dan campuran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cara kerja dan kinerja teknik penebangan sandat di hutan rakyat agroforestri. Penelitian dilakukan di dua lahan hutan rakyat. Indikator kinerja teknik sandat yang diukur adalah kesalahan arah rebah (felling error), menyangkut pada tanaman lain (hang up), unusan (barber chair), dan tinggi tunggak. Data yang dikumpulkan di lapangan kemudian dilakukan analisis secara deskriptif yang disajikan dalam bentuk tabel dan gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan arah rebah (felling error) pada penebangan teknik sandat pada masing-masing lahan sebesar 0% dan 34,78%, menyangkut pada tanaman lain (hang up) sebesar 0% dan 26,09% dan tidak ditemukan unusan (barber chair) pada kedua lahan. Tinggi tunggak sisa penebangan pada lahan memiliki rata-rata sebesar 17,13 cm dan sebesar 16,35 cm.id
dc.description.abstractPrivate forests have an essential role as a supplier of logs in the timber industry, a source of income for the community, and maintain environmental functions. Agroforestry private forests require different felling techniques than monoculture and mixed private forests. This study aims to analyze the workings and performance of sandat felling techniques in private agroforestry forests. The study was conducted on two private forest lands. The performance indicators of the sandat technique measured are felling error, involving other plants (hang up), barber chair, and arrears height. The data collected in the field is then analyzed descriptive, which is present in the form of tables and figures. The results showed that felling errors in felling sandat techniques on each land amounted to 0% and 34,78%, concerned other crops (hang up) by 0% and 26,09%, and no barber chairs were found in both fields. The height of the remaining felling arrears on the land has an average of 17,13 cm and 16,35 cm.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePenebangan Hutan Rakyat Agroforestri dengan Teknik Sandat di Hutan Rakyat di Probolinggo, Jawa Timurid
dc.title.alternativeTree Felling of Agroforestry Private Forest with Sandat Technique in Private Forest in Probolinggo, East Javaid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordagroforestryid
dc.subject.keywordprivate forestid
dc.subject.keywordfellingid
dc.subject.keywordsandatid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record