View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Forestry
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Forestry
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pola Pengembangan Bambu Tutul sebagai Komoditas Unggulan di Maluku Utara

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (24.68Mb)
      Date
      2015
      Author
      Baguna, Firlawanti Lestari
      Nurrochmat, Dodik Ridho
      Yovi, Efi Yuliati
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Bambu tutul (Bambusa maculata Widjaja) biasanya disebut dengan “bulu cina” oleh masyarakat lokal. Bambu tutul merupakan salah satu jenis bambu yang terkenal unik dengan mozaik berwarna coklat pada kulit batangnya, sehingga banyak digunakan untuk bahan baku industri kerajinan dan mebel. Bambu tutul merupakan komoditas unggulan daerah yang diharapkan memberikan kontribusi terhadap peningkatan ekonomi daerah. Usaha mebel bambu tutul merupakan mata pencaharian masyarakat setempat secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan menyajikan temuan yang dapat dimanfaatkan untuk upaya pengembangan bambu tutul berdasarkan analisis karakteristik usaha bambu tutul serta analisis kelayakan dan sensitivitas usaha. Skenario pengembangan usaha bambu tutul juga dirumuskan berdasarkan kedua analisis tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Pulau Ternate dan Tidore, Provinsi Maluku Utara dan berlangsung selama bulan Maret sampai Juni 2014. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis rantai nilai dan analisis kelayakan usaha, sehingga hasilnya dapat digunakan untuk mengembangkan strategi pengembangan usaha bambu tutul berdasarkan kondisi dan karakteristik usaha bambu tutul di Maluku Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi ketersediaan bambu di Maluku Utara sebesar 17,74 rumpun/ha. Namun, berdasarkan P.21/Menhut-II/2009 tentang Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu, potensi bambu tutul tergolong rendah, jika ketersediaannya < 200 rumpun/ha. Kondisi ini tidak selaras dengan kebutuhan bahan baku untuk industri per tahun, sehingga perlu adanya teknik silvikutur dan pengolahan pascapanen yang tepat untuk meningkatkan potensi ekonomi bambu tutul. Upaya tersebut sangat penting mengingat aspek pemasaran bambu tutul cukup potensial. Bambu tutul memiliki peluang pasar yang cukup potensial, penyaluran produk hingga ke luar daerah memberikan peluang bagi pengusaha bambu untuk mengembangkan usahanya. Hasil analisis kelayakan usaha bambu tutul menunjukkan nilai NPV pada tingkat suku bunga yang berlaku (18%) sebesar Rp67.694.351 dengan BCR sebesar 1,53 dan IRR sebesar 18,67%. Tingkat sensitivitas usaha kerajinan mebel bambu tutul sangat sensitif terhadap perubahan biaya produksi dan harga jual.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/118297
      Collections
      • MT - Forestry [1511]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository