| dc.description.abstract | Ameliorasi lahan gambut merupakan salah satu upaya yang dapat
diterapkan untuk meningkatkan produktivitas lahan dengan tetap memperhatikan
aspek lingkungan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui besarnya emisi gas
rumah kaca (GRK) pada tanah yang diambil dari beberapa agroekosistem kebun
karet di lahan gambut dan pengaruh pemberian amelioran terhadap emisi GRK
tanah tersebut. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Balingtan pada bulan Juni
2012 hingga Agustus 2012.
Percobaan menggunakan pipa PVC yang diisi tanah gambut yang diambil
dari Jabiren, Kalimantan Tengah. Percobaan terdiri atas dua faktor, yaitu tanah
yang diambil dari 3 tipe penggunaan lahan dan pupuk kandang ayam. Tipe
penggunaan lahan terdiri atas L1 (lahan gambut yang ditanami karet dan semak),
L2 (Lahan gambut yang ditanami karet dan nanas) dan L3 (lahan gambut yang
ditumbuhi semak). Dosis pupuk kandang ayam terdiri atas A1 (0 ton/ha) dan A2
(4 ton/ha). Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok, split plot
dengan tiga ulangan. Pengambilan contoh gas dilakukan setiap minggu sekali
dengan metode close chamber technique yang diadopsi dari IAEA (1993). Analisis
CO2 dan N2O menggunakan GC yang dilengkapi dengan detektor TCD dan ECD,
sedangkan CH4 menggunakan GC yang dilengkapi detektor FID.
Hasil penelitian selama periode inkubasi 50 hari menunjukkan bahwa
tanah gambut yang berasal dari penggunaan lahan karet rakyat (karet dan semak
belukar) menghasilkan emisi GRK tertinggi untuk CO2 dan CH4 masing-masing
sebesar 2,444.38 kg/ha/tahun dan 4.70 kg/ha/tahun, sedangkan emisi N2O
tertinggi dihasilkan pada tanah gambut yang diambil dari lahan karet dan nanas
(ICCTF) sebesar 66.53 kg/ha/tahun. Pemberian amelioran berupa pupuk kandang
ayam 4 ton/ha pada tanah gambut dari lahan karet rakyat (karet dan semak
belukar) menghasilkan total emisi CO2 dan N2O tertinggi, yaitu masing-masing..dst | id |