Pengaruh Bacillus Penghasil Biosurfaktan dalam Mendegradasi Minyak Bumi pada Limbah Cair Industri Minyak Bumi
View/ Open
Date
2005Author
Herlina, Leni
Santosa, Dwi Andreas;
Kadarwati, Sri
Metadata
Show full item recordAbstract
Kegiatan industri minyak bumi dapat menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. Salah satu masalah pencemaran yang timbul adanya limbah cair. Semua limbah cair yang dihasilkan dari kegiatan industri minyak bumi tersebut mengandung senyawa hidrokarbon minyak bumi yang relatif tinggi, senyawa tersebut bersifat toksik, sehingga keberadaan senyawa ini dapat berdampak negatif terhadap lingkungan. Perkembangan bioteknologi dapat dimanfaatk:an untuk mengendalikan masalah lingkungan dengan menggunakan bantuan mikroorganisme. Beberapa mikroorganisme penghasil biosurfaktan diketahui juga merupakan mikroorganisme yang mampu mendegradasi hidrokarbon. Molekul surfaktan dicirikan dengan adanya dua gugus fungsi yaitu hidrofilik dan hidrofobik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan dua kultur mikroorganisme penghasil biosurfaktan (Bacillus subtilis dan Bacillus licheniformis) dalam mendegradasi hidrokarbon minyak burni.
Penelitian aktivitas bakteri Bacillus ini dilakukan dalam skala 'laboratorium dengan lingkup penelitiannya terbagi atas beberapa tahapan, yaitu penyegaran dan perbanyakan inokulum dari kultur induk isolat Bacillus. Pembuatan biosurfaktan ekstrak kasar dari Bacillus yang dipilih dengan metode presipitasi memakai metanol dalam suasana asam. Uji biodegradasi minyak bumi pada limbah cair dengan perlakuan penambahan Bacillus penghasil biosurfaktan, dan Bacillus yang tidak menghasilkan biosurfaktan, dan diuji kemampuannya dalam mendegradasi hidrokarbon minyak bumi.
Hasil penelitian ini didapat persentase degradasi hidrokarbon minyak bumi oleh bakteri kultur B. subtilis BLCC llOll, B. licheniformis BLCC 11037, dan B. laterosporus pada limbah cair kilang yang telah ditambah nitrogen dan fosfor serta perlakuan aerasi diperoleh basil sebesar 90,23%, 88,72%, dan 73,43%, dengan konsentrasi akhir pada hari ke-28 adalah 20,44 mg/L, 23,38 mg/L, dan 54,87 mg/L dan untuk persentase penurunan COD diperoleh hasil 84,90%, 84,04%, dan 80,68% dengan konsentrasi akhir pada hari ke-28 adalah 165 mg/L, 17 4 mg/L dan 211 mg/L. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Bacillus subtilis dan Bacillus licheniformis yang menghasilkan biosurfaktan mempunyai kemampuan lebih dalam mendegradasi hidrokarbon minyak bumi.
