Show simple item record

dc.contributor.advisorSimanjuntak, Charles P.H.
dc.contributor.advisorRahardjo, M. Fadjar
dc.contributor.authorRahayu, Firda Annisa
dc.date.accessioned2023-03-31T07:57:45Z
dc.date.available2023-03-31T07:57:45Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/116891
dc.description.abstractIkan angculung (Nomorhamphus liemi) merupakan ikan endemik yang ditemukan di Sungai Pattunuang, Maros, Sulawesi Selatan. Kegiatan antropogenik di sepanjang sungai dapat memengaruhi ketersediaan makanan alami dan mengancam keberadaan ikan angculung di habitatnya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis preferensi jenis makanan, luas relung, dan tumpang tindih relung makanan ikan angculung di Sungai Pattunuang. Ikan angculung ditangkap dengan pukat tarik di Sungai Pattunuang selama delapan bulan dari Juni 2018 hingga Januari 2019. Selama penelitian terkoleksi sebanyak 162 ekor ikan angculung. Analisis data yang digunakan yaitu indeks bagian terbesar, luas dan tumpang tindih relung makanan, dan strategi pola makan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan angculung memanfaatkan jenis makanan dari kelompok serangga sebagai makanan utama dengan strategi pola makan bersifat generalis-spesialis. Ikan angculung memiliki luas relung makanan yang sempit dan tumpang tindih relung makanan antar jenis kelamin yang tinggi. Ikan angculung jantan dan betina memiliki preferensi jenis makanan utama yang sama yakni berbagai serangga dan bersifat spesialis dalam memanfaatkan jenis makanan yang tersedia di alam.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePreferensi dan Luas Relung Makanan Ikan Angculung Nomorhamphus liemi Vogt, 1978 di Sungai Pattunuang, Maros, Sulawesi Selatan.id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordendemicid
dc.subject.keyworddiet preferenceid
dc.subject.keywordhalfbeakid
dc.subject.keywordinsectivorousid
dc.subject.keywordN. liemiid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record