Show simple item record

dc.contributor.advisorHubeis, AVS
dc.contributor.advisorFatchiya, Anna
dc.contributor.authorAli, Ibis
dc.date.accessioned2023-01-26T13:51:01Z
dc.date.available2023-01-26T13:51:01Z
dc.date.issued2023-01-24
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/116344
dc.description.abstractPemerintah menetapkan program pendampingan desa sebagai upaya untuk mempercepat kemandirian desa mengelola sumber daya yang ada di desa. Pendampingan dilakukan dengan cara fasilitasi pemerintahan dan masyarakat desa mengelola pembangunan mulai dari pendataan, perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan desa. Kapasitas masyarakat dan pemerintahan desa ditingkatkan melalui pemahaman kebijakan-kebijakan pembangunan tentang penyelenggaraan pembangunan desa. Dalam rangka mencapai kemandirian desa tersebut ditugaskan pendamping lokal desa yang merupakan pegawai dibawah Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Pendamping dituntut menghasilkan kinerja yang tinggi dalam rangka memberikan pendampingan kepada masyarakat terutama kepada aparat desa sebagai pengelola pembangunan desa. Kompetensi pendamping yang dilandasi pengetahuan dan keterampilan diperlukan untuk melaksanakan kegiatan fasilitasi desa. Kompetensi yang tinggi dibutuhkan untuk menghasilkan kinerja yang baik. Oleh karena itu perlu perhatian terhadap faktor-faktor yang dapat meningkatkan kompetensi dan kinerja pendamping lokal desa. Harapannya semakin baik kompetensi pendamping maka akan semakin baik pula hasil kerjanya dalam memfasilitasi pembangunan desa. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat kompetensi dan kinerja pendamping lokal desa serta faktor apa saja yang mempengaruhi kompetensi dan kinerja tersebut. Karakteristik individu, motivasi kerja dan dukungan kelembagaan adalah faktor–faktor yang diduga mempengaruhi kompetensi dan kinerja. Pendekatan penelitian secara kuantitatif dengan metode sensus pada seluruh populasi yang berjumlah 40 orang pendamping lokal desa di Kabupaten Banggai Laut dan Banggai Kepulauan. Data primer diperoleh melalui pengisian kuesioner sebagai instrument utama didukung dengan wawancara kepada informan menggunakan pedoman wawancara. Analisis data secara deskriptif, menjelaskan hasil tabulasi silang karakteristik individu, tingkat motivasi, tingkat dukungan kelembagaan, tingkat kompetensi dan tingkat kinerja pendamping. Analisis statistik inferensial mencangkup uji beda dan uji pengaruh menggunakan aplikasi SPSS dan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pendamping lokal desa didominasi laki-laki, pendidikan rendah, masa kerja rata-rata lima tahun, pendidikan non formal rendah dan jumlah desa dampingan banyak karena seorang pendamping memiliki wilayah kerja 4-6 desa. Meskipun demikian pendamping memiliki tingkat motivasi kerja tinggi dalam hal kebutuhan berprestasi, berafiliasi dan berkuasa, kecuali kebutuhan akan pekerjaan termasuk dalam kategori sedang. Dukungan kelembagaan bagi pendamping lokal desa tergolong sedang dalam hal dukungan pendanaan berdasarkan honor, dana operasional dan tunjangan kinerja yang diterima. Demikian juga iklim kerja yang dirasakan oleh pendamping dalam melaksanakan tugas tergolong sedang karena kondisi wilayah kerja yang berada di wilayah kepulauan dengan keterbatasan insfrastruktur seperti sekretariat tidak tersedia, jaringan internet susah, jalan yang rusak dan kapasitas pemerintahan desa iv rendah. Sementara dukungan mentor dan dukungan peraturan termasuk dalam kategori tinggi karena pendamping merasa mentor dan peraturan yang jelas telah membantu dalam pelaksanaan tugas fasilitasi pembangunan desa. Kompetensi pendamping berada pada kategori tinggi dalam hal kompetensi teknis, manajerial dan sosial kultural. Pendamping tidak merasa sulit memfasilitasi pengelolaan pembangunan desa, menerapkan kode etik dan mampu bekerja sama serta menerima individu yang berbeda latar belakang. Begitu juga dengan tingkat kinerja pendamping di Kabupaten Banggai Laut dan Banggai Kepulauan berada pada kategori tinggi. Pendamping telah melakukan pendampingan pengelolaan pembangunan desa, fasilitasi pengembangan ekonomi lokal desa, peningkatan partisipasi masyarakat desa dan melaksanakan evaluasi pendampingan dengan baik. Hasil uji beda menunjukkan pendamping yang bertugas di Kabupaten Banggai Laut dan Banggai Kepulauan mempunyai karakteristik individu, dukungan kelembagaan, kompetensi dan kinerja yang sama namun memiliki motivasi kerja yang berbeda. Variabel kompetensi dipengaruhi oleh variabel dukungan kelembagaan secara signifikan sedangkan karakteristik individu dan motivasi kerja mempunyai pengaruh yang lemah. Sementara kompetensi terbukti mempengaruhi kinerja pendamping lokal desa secara nyata.id
dc.description.sponsorshipLembaga Pengelola Dana Pendidikanid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengaruh Kompetensi Terhadap Kinerja Pendamping Lokal Desa di Wilayah Kepulauan.id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordCompetenceid
dc.subject.keywordinstitutional supportid
dc.subject.keywordmotivationid
dc.subject.keywordperformanceid
dc.subject.keywordvillage facilitatorid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record