| dc.description.abstract | Pemberian pupuk P akan mengubah agihan bentuk-bentuk P-inorganik dalam tanah dan dengan bertambahnya waktu bentuk-bentuk tersebut akan berubah. Perubahan agihan tersebut dapat dijadikan petunjuk yang kuat bagi ketersediaan P dalam tanah untuk tanaman. Kapasitas jerapan P yang tinggi dan ketersediaan P yang rendah merupakan masalah penting pada tanah-tanah di daerah tropis. Bila pupuk P diberikan dengan takaran yang lebih rendah daripada kapasitas jerapan, maka P-pupuk tersebut akan dijerap oleh tanah sehingga tidak tersedia untuk tanaman. Podzolik Merah Kuning yang merupakan tanah terluas di Indonesia dilaporkan mempunyai masalah ini. Karena itu pemberian pupuk P dalam jumlah yang tidak memadai tidak banyak artinya.
Tanaman hanya mengambil sebagian kecil dari P-pupuk yang diberikan. Dengan demikian, sebagian besar dari P-pupuk akan tertinggal dalam tanah. Jika pupuk P diberikan terus menerus, maka akan terjadi timbunan P dalam tanah. Timbunan P tersebut perlu dipikirkan pemanfaatannya.
Berdasarkan permasalahan yang telah diungkapkan, maka dilakukan serangkaian penelitian laboratorium, lapang, dan rumah kaca yang dilaksanakan dari Agustus 1981 sampai Agustus 1986. Tujuannya ialah: 1) untuk mengetahui perubahan berbagai bentuk P-inorganik dalam tanah disebabkan oleh pemupukan P dan menelaahnya sehubungan dengan ketersediaan P dalam tanah untuk tanaman, 2) untuk mengetahui tanggapan tanaman terhadap pemupukan P dalam pola tanam, 3) mengusa-hakan pemanfaatan timbunan P dalam tanah yang disebabkan oleh pemupukan P, dan 4) dari ketiga tujuan tersebut di tas diharapkan dapat diperoleh petunjuk-petunjuk untuk memecahkan masalah pemupukan P dalam pola tanam pada Podzolik Merah Kuning. ... | id |