| dc.description.abstract | Inflamasi merupakan respons perlindungan normal terhadap cedera jaringan.
Pengujian terhadap aktivitas antiinflamasi dapat dilakukan secara in vitro dengan
metode inhibisi terhadap enzim siklooksigenase 2 (COX-2) menggunakan ekstrak
daun dan kulit batang bungur (Langerstroemia speciosa (L.) Pers). Penelitian ini
bertujuan melakukan optimisasi pelarut akuades dan etanol 30% untuk
mendapatkan rendemen terbaik dan melihat potensi daun dan kulit batang bungur
sebagai antiinflamasi. Rendemen tertinggi diperoleh pada ekstrak etanol 30% kulit
batang, yaitu sebesar 18,13%. Pengujian daya inhibisi terhadap COX-2 dari ekstrak
akuades dan etanol 30% daun dan kulit batang bungur dibuat pada rentang
konsentrasi 10–100 µg/mL lalu dibandingkan dengan obat sintetis yang biasa
digunakan sebagai antiinflamasi, yaitu diklofenak. Daya inhibisi terhadap COX-2
tertinggi ditunjukkan oleh ekstrak akuades kulit batang, yaitu sebesar 51,30%,
sedangkan daya inhibisi diklofenak mencapai 93,43%. Nilai IC50 yang diperoleh
dari ekstrak akuades kulit batang tergolong aktif, yaitu sebesar 96,51 µg/mL. Hasil
pengujian menunjukkan bahwa tanaman bungur memiliki potensi sebagai
antiinflamasi. | id |