| dc.description.abstract | Gandarusa merupakan tanaman semak yang belum banyak dibudidayakan
padahal berpotensi menjadi bahan obat-obatan herbal. Penelitian ini bertujuan
menganalisis pengaruh naungan dan pupuk nitrogen terhadap pertumbuhan dan
fisiologis tanaman gandarusa. Tahapan uji yang dilakukan adalah uji pertumbuhan,
fotosintesis, klorofil, dan karbohidrat daun gandarusa. Rancangan percobaan yang
dipakai adalah desain split-plot dengan petak utama merupakan naungan (S) (0%
(S0), 25% (S25), dan 50% (S50)) dan anak petak merupakan pupuk nitrogen (N) (0
(N0), 90 (N90), 180 (N180), dan 270 (N270) kg/ha). Hasil penelitian menunjukkan
interaksi antara naungan dan pemupukan hanya pada jumlah cabang (JC) namun
tidak pada tinggi tanaman (TT) dan jumlah daun (JD). Perlakuan S0 dan N270
merupakan perlakuan terbaik pada proses pertumbuhan dengan nilai tertinggi pada
TT (39,8 cm (S0) dan 34,3 cm (N270)), JD (60,8 helai (S0) dan 45,8 helai (N270)),
dan JC (11,4 cabang (S0) dan 10,8 cabang (N270)). Laju fotosintesis tertinggi
didapatkan pada kombinasi perlakuan naungan 0% dan pupuk N 0 kg/ha (S0N0)
dengan nilai 23,91 μmol CO2 m-2s
-1
. Adapun, perlakuan dengan kadar klorofil total
tertinggi didapat pada S25 (0,902 mg/g) dan N270 (0,832 mg/g). Serta kadar
karbohidrat per bobot basah daun tertinggi didapatkan pada S0 (72,88 mg/g) dan
N270 (76,25 mg/g). | id |