Show simple item record

dc.contributor.advisorDewi, Mira
dc.contributor.advisorDamayanthi, Evy
dc.contributor.authorRachmah, Ade Salma Yunia
dc.date.accessioned2022-08-20T04:06:31Z
dc.date.available2022-08-20T04:06:31Z
dc.date.issued2022-08-20
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/113842
dc.description.abstractRemaja putri berisiko mengalami defisiensi besi yang memiliki dampak negatif terhadap kebugaran fisik. Beras tinggi besi hasil biofortifikasi telah dikembangkan melalui biofortifikasi namun belum banyak bukti terkait manfaatnya terhadap perbaikan nilai VO2max sebagai indikator dari kebugaran fisik. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti apakah pemberian beras tinggi besi dapat meningkatkan nilai VO2max. Subjek penelitian merupakan santriwati pondok pesantren Al-Falak Bogor yang berusia 12-18 tahun sebanyak 18 orang, dan dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Intervensi berupa beras tinggi besi (BionutriFe) yang mengandung 50,4 ppm zat besi dan diberikan 3 kali sehari selama 4 minggu. Nilai VO2max, asupan energi, zat makro (karbohidrat, protein, dan lemak), zat mikro (besi, kalsium, vitamin B12, folat, vitamin A, dan vitamin C), Indek massa tubuh menurut umur (IMT/U), aktivitas fisik, dan status besi (hemoglobin dan ferritin serum) diukur baik sebelum dan setelah intervensi. Sebagian besar data merupakan data sekunder yang berasal dari penelitian utama, kecuali aktivitas fisik dan nilai VO2max di akhir penelitian. Nilai VO2max didapatkan melalui tes lari bolak balik 20 m, asupan makanan dan aktivitas fisik didapatkan dengan wawancara 2x24 jam, IMT didapatkan melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan, dan status besi dari hasil laboratorium. Uji Paired t-test atau Wilcoxon Signed Ranks test dilakukan untuk melihat perbedaan IMT/U, asupan zat gizi, status besi, aktivitas fisik, dan VO2max sebelum dan setelah intervensi. Karakteristik contoh penelitian adalah sebagian besar berusia 14 – 15 tahun, kelas VIII, uang saku di bawah Rp10.000,00 per hari, dan tingkat aktivitas fisik yang sedentari. Hampir seluruh asupan zat gizi mengalami penurunan yang signifikan (p<0,05) di akhir penelitian, kecuali asupan zat besi, vitamin B12, dan vitamin C. Hanya asupan zat besi yang meningkat secara signifikan setelah pemberian beras tinggi besi (p-value = 0,000). Median konsumsi nasi dari beras BionutriFe adalah sebesar 407 g/hari yang mengandung 6,15 mg besi dan menjadi sumber utama asupan zat besi selama pengamatan. Tidak ada perbedaan yang nyata pada aktivitas fisik dan skor Z IMT/U antara sebelum dan sesudah intervensi. Pada status besi, teramati nilai hemoglobin yang berbeda secara signifikan (p-value = 0,012) di akhir penelitian. Sementara itu, tidak ada beda dari kadar ferritin serum antara sebelum dan sesudah intervensi. Selanjutnya, terdapat kenaikan kebugaran yang signifikan yang dinilai dengan VO2max setelah intervensi (p-value = 0,018). Kesimpulannya, terdapat peningkatan nilai VO2max setelah intervensi beras tinggi besi selama 4 minggu namun tidak terdapat perbaikan yang signifikan pada status besi santriwati. Asupan zat gizi lainnya yang dapat berinteraksi dengan zat besi selama penyerapan di usus perlu dipertimbangkan dan dikonsumsi dengan cukup untuk mengoptimalkan efek dari beras biofortifikasi besi.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengaruh Intervensi Beras Tinggi Besi terhadap Status Besi dan Nilai VO2max Santriwati Pondok Pesantren Al-Falak Bogorid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordfemale studentsid
dc.subject.keywordfitnessid
dc.subject.keywordhigh-iron riceid
dc.subject.keywordVO2maxid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record