Show simple item record

dc.contributor.advisorBaga, Lukman M.
dc.contributor.advisorSarma, Ma’mun
dc.contributor.authorUsman, Rachmat Taufik
dc.date.accessioned2022-08-11T00:58:01Z
dc.date.available2022-08-11T00:58:01Z
dc.date.issued2022-08-05
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/113430
dc.description.abstractOtonomi daerah dengan menganut sistem desentralisasi yaitu memberikan kebebasan, wewenang dan hak kepada setiap daerah dalam mengelola sumber dayanya sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2004 Pasal 1 angka 5. Potensi daerah akan lebih berdaya jika pengelolaan sumber daya dikelola dengan manajerial yang baik khusunya pada industri pariwisata. Sistem kebijakan (top down approach) dengan dukungan partisipasi masyarakat serta kerjasama antara mitra Pemerintah Kabupaten Bone Bolango (bottom up approach) merupakan kunci keberhasilan kebijakan yang berlaku. Terumbu karang Desa Olele menjadi salah satu objek wisata bahari yang paling dinikmati oleh wisatawan khususnya wisatawan mancanegara. Namun pada pengelolaan ekowisata bahari Desa Olele masih terdapat beberapa kendala yang menjadi bahan evaluasi sehingganya menjadi ukuran keberhasilan pengembangan ekowisata yaitu kapasitas sarana dan prasarana, kualitas pemberdayaan Sumber Daya Manusia [SDM], keterlibatan stakeholder serta promosi ekowisata maka itu membutuhkan alternatif strategi dalam mengoptimalkan pengembangan ekowisata. Tujuan penelitian ini adalah 1) menganalisis kinerja pengelolaan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango dalam mengoptimalkan daerah ekowisata, 2) menganalisis kebijakan pengelolaan ekowisata terintegrasi terhadap pengembangan ekonomi lokal, dan 3) merumuskan strategi kebijakan pengelolaan ekowisata bahari. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan informan (purposive sampling) serta penyebaran kuesioner dengan menggunakan snowball sampling berdasarkan penyebaran kuesioner pada pengunjung. Sedangkan, pada data sekunder diperoleh melalui data Badan Pusat Statistik [BPS] Gorontalo dan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif [DISPAREKRAF] Kabupaten Bone Bolango serta dari studi kajian pustaka dan kajian terhadap dokumen dokumen terkait. Metode analisis dengan menjawab tujuan penelitian yaitu analisis SWOT, Blue Ocean Strategy [BOS], serta deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa masih terdapat beberapa masalah pada pengembangan ekonomi lokal berbasis wisata bahari yaitu SDM yang profesional, sarana dan prasarana yang kurang terintegrasi, kurangnya daya pengembangan produk Usaha Mikro Kecil Menengah [UMKM] serta promosi yang kurang menarik bagi wisatawan. Setelah menggunakan analisis SWOT maka terdapat beberapa rumusan strategi pengembangan ekowisata yaitu pada pengelolaan ekowisata secara terintegrasi, pemberdayaan UMKM, serta kerjasama antara stakeholder. Pada analisis BOS dengan menghapuskan beberapa fasilitas yang bisa digunakan secara online, meningkatkan fasilitas wisatawan, mengurangi promosi dan harga, serta menciptakan pasar tradisional serta event budaya.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleStrategi Pengembangan Ekonomi Lokal Berbasis Ekowisata Bahari Desa Olele di Kabupaten Bone Bolangoid
dc.title.alternativeLocal Economic Development Strategy Based on Marine Ecotourism in Olele Village in Bone Bolango Regency.id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordBlue Ocean Strategyid
dc.subject.keywordEcotourismid
dc.subject.keywordLocal Economic Developmentid
dc.subject.keywordSWOTid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record