| dc.description.abstract | Berkembangnya kegiatan budidaya udang intensif akan bersinggungan
dengan lingkungan sehingga diperlukan upaya untuk mengurangi dampak negatif
yang ditimbulkan. Dampak tersebut diantaranya adalah pencemaran perairan pantai
yang terjadi akibat adanya pembuangan limbah yang mengandung bahan organik
tinggi ke perairan. Saat ini budidaya udang intensif di lokasi penelitian sudah
dilengkapi IPAL berkapasitas 12.198 m3
/hari untuk mengelola buangan limbah
tersebut. Akan tetapi, IPAL tidak mampu mengelola seluruh limbah (overload) dan
kualitas efluen yang dihasilkan belum memenuhi baku mutu. Tahun 2019 terjadi
pengaduan masyarakat wilayah setempat yaitu masyarakat Desa Ujung Genteng,
Desa Pangumbahan dan Desa Gunungbatu, Kecamatan Ciracap yang mengeluhkan
adanya bau menyengat dari lokasi tambak udang tersebut, khususnya area IPAL.
Kualitas air limbah hasil pengolahan IPAL pada periode siklus III (akhir tahun
2021) diketahui memiliki kadar amoniak, fosfat dan bahan organik total yang masih
tinggi, yaitu 40 mg/l, 15 mg/l dan 136,5 mg/l. Oleh karena itu, perlu upaya
penyusunan strategi pengelolaan limbah untuk mewujudkan kegiatan budidaya
udang intensif berwawasan lingkungan.
Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi dan menganalisis kondisi
eksisting pengelolaan limbah, menganalisis pemenuhan standar kualitas limbah
budidaya udang intensif dan merumuskan strategi pengelolaan limbah budidaya
udang intensif yang berkelanjutan. Penelitian dilaksanakan di tambak budidaya
udang intensif yang berlokasi di Desa Ujung Genteng, Kecamatan Ciracap,
Kabupaten Sukabumi pada bulan Maret sampai Juni 2022.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi langsung,
pengambilan sampel air limbah pada IPAL, wawancara dan penelusuran pustaka
terkait dengan topik penelitian. Kondisi eksisting pengelolaan limbah dianalisis
secara deskriptif berdasarkan informasi debit limbah, kapasitas dan sistem proses
IPAL serta kualitas air limbah hasil analisis laboratorium. Selanjutnya, teknis
pengelolaan dan kualitas limbah dianalisis melalui pemenuhan standar baku mutu,
perhitungan efisiensi pengolahan limbah serta tingkat pencemaran berdasarkan
pollution index. Informasi pengelolaan dan kualitas limbah digunakan sebagai
acuan dalam merumuskan strategi pengelolaan limbah menggunakan analisis
SWOT dengan mempertimbangkan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman
yang terdapat di lingkungan usaha budidaya udang intensif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa limbah dihasilkan dari kegiatan proses
budidaya harian sebanyak 27.496 m3
/hari dan saat panen 37.507 m3
/hari yang
diolah pada IPAL berkapasitas 12.198 m3
/hari melalui proses pengendapan dan
aerasi. Kualitas efluen hasil pengolahan IPAL memiliki konsentrasi fosfat melebihi
baku mutu. Efisiensi IPAL dinilai tidak mampu menurunkan konsentrasi sebagian
besar parameter uji pada air limbah harian dan efisiensi penurunan konsentrasi
polutan yang sangat rendah saat panen dengan tingkat cemaran efluen tergolong
cemar ringan. Kinerja IPAL secara keseluruhan dinilai belum efektif untuk
mengolah air limbah budidaya udang intensif. Hal ini disebabkan oleh kurangnya
daya tampung atau kapasitas IPAL yang berdampak pada berkurangnya waktu
tinggal, fungsi aerasi yang tidak maksimal dan tidak ada proses pembuangan
sedimen dari unit IPAL. Strategi yang diperlukan untuk mewujudkan kegiatan
pengelolaan limbah budidaya udang intensif berkelanjutan adalah strategi defensif
dengan berusaha membenahi kelemahan untuk mengantisipasi ancaman. Prioritas
alternatif strategi yang dapat dilakukan adalah (1) memperbaiki sistem proses
pengelolaan limbah guna menghasilkan kualitas limbah yang memenuhi baku mutu,
(2) melakukan upaya monitoring evaluasi internal dan eksternal secara berkala
terhadap pengelolaan limbah, (3) menyusun kebijakan yang strategis antar lintas
sektor pemerintah pusat/daerah terhadap standar sistem pengelolaan dan kualitas
limbah budidaya udang dan (4) meningkatkan kerjasama lintas sektor pemerintah
pusat/daerah terhadap kebijakan sistem budidaya udang berkelanjutan. | id |