| dc.contributor.advisor | Saepuloh, Uus | |
| dc.contributor.advisor | Darusman, Huda Shalahudin | |
| dc.contributor.author | Ansari, Rizki Aulia | |
| dc.date.accessioned | 2022-08-05T00:30:02Z | |
| dc.date.available | 2022-08-05T00:30:02Z | |
| dc.date.issued | 2020-08-05 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/113203 | |
| dc.description.abstract | SARS-CoV-2 adalah virus yang menyebabkan pneumonia akut pada
manusia yang dikenal sebagai penyakit COVID-19. Salah satu upaya dalam
penanganan COVID-19 adalah dengan menyediakan bahan uji diagnostik berupa
uji serologis. Pemeriksaan ini penting untuk mengidentifikasi yang dapat
digunakan untuk uji serologis adalah protein N sebagai protein struktural virus
SARS-CoV-2. Salah satu komponen utama yang dapat digunakan untuk uji
serologis tersebut diantaranya antigen asal protein N sebagai protein struktural
virus SARS-CoV-2.
Penelitian ini bertujuan untuk membuat protein rekombinan N SARS-CoV-
2 menggunakan sistem ekspresi Escherichia coli. Sebanyak 1089 nukleotida yang
mengkode 362 asam amino N SARS-CoV-2 dioptimasi kodonnya, disintesis, dan
diklon ke vektor pET-14b. Plasmid tersebut kemudian diekspresikan dalam E.coli
BL21DE3 dan diinduksi dengan 1.0 mM Isopropyl-d-1-thiogalactopyranoside
(IPTG). Sel diperoleh dilisis menggunakan bufer denaturasi yang mengandung 7
M urea karena terindikasi adanya pembentukan badan inklusi pada protein target.
Protein rekombinan yang diperoleh selanjutnya didialisis untuk menghilangkan
pengotor dan dipekatkan menggunakan PEG-6000 yang menghasilkan rendelmen
0.992 mg/mL. Analisis protein rekombinan N SARS-CoV-2 dilakukan
menggunakan teknik SDS-PAGE yang menghasilkan protein target berupa protein
spesifik 37 kDA.
Aplikasi protein rekombinan N SARS-CoV-2 pada teknik ELISA terhadap
sampel serum darah manusia menunjukan terjadinya reaksinya antigen-antibodi
dengan hasil rata-rata densitas optik yaitu ada 0.603 pada orang yang divaksinasi
dan 0.135 pada orang yang tidak divaksinasi. Penelitian ini mengungkapkan
bahwa produksi protein rekombinan N SARS-COV-2 dapat dilakukan dalam
sistem ekspresi E.coli dalam kondisi terdenaturasi, sehingga metode tersebut lebih
efektif dalam memproduksi protein sebagai bahan dasar dalam pengujian
imunodiagnostik. | id |
| dc.description.sponsorship | Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Kementerian Teknologi Republik Indonesia (KEMDIKBUD-RI) penelitian melalui program penelitian dasar unggulan perguruan tinggi (Pengembangan Kit Deteksi SARS-CoV-2 Berbasis Immunoassay,
1938/IT.L1/TN/2021) dan Laboratorium Bioteknologi dan Mikrobiologi Pusat Studi Satwa Primata Institut Pertanian Bogor (PSSP-IPB) | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Ekspresi Gen Sintetik Penyandi Nukleokapsid SARS-CoV-2 Di Escherichia coli | id |
| dc.title.alternative | Expression of Synthetic Gene Encoding for Nucleocapsid in Escherichia coli | id |
| dc.type | Thesis | id |
| dc.subject.keyword | Codon-optimized | id |
| dc.subject.keyword | Escherichia coli BL21DE3 | id |
| dc.subject.keyword | Recombinant protein | id |
| dc.subject.keyword | Synthetic gene SARS-CoV-2 Nucleocapsid | id |