Show simple item record

dc.contributor.advisorSupramana
dc.contributor.advisorMutaqin, Kikin Hamzah
dc.contributor.authorHamidi, Ilmi
dc.date.accessioned2022-08-02T06:38:04Z
dc.date.available2022-08-02T06:38:04Z
dc.date.issued2022-08-01
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/113082
dc.description.abstractMeloidogyne atau yang dikenal dengan nematoda puru akar (NPA) adalah salah satu patogen penting pada tanaman kentang karena memiliki distribusi yang luas dan dapat menginfeksi berbagai jenis tanaman. Spesies Meloidogyne terpenting yang menyerang tanaman kentang di Indonesia yaitu M. arenaria, M. hapla, M. incognita dan M. javanica. Di Indonesia, beberapa sentra produksi kentang berada di Sumatera, diantaranya Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Jambi yang menyumbang sekitar 23% terhadap produksi kentang nasional. Meloidogyne merupakan penyebab umbi berbintil yang mengakibatkan penurunan kualitas dan kuantitas produksi kentang di wilayah Sumatera. Informasi mengenai spesies Meloidogyne yang menginfeksi tanaman kentang di wilayah Sumatera masih sangat sedikit. Identifikasi spesies Meloidogyne diperlukan dalam merancang strategi pengendaliannya yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi dan mengidentifikasi spesies Meloidogyne penyebab umbi kentang berbintil berdasarkan karakter morfologi, morfometri dan molekuler pada tiga sentra produksi di Sumatera. Sampel umbi kentang bergejala bintil dikumpulkan dari 3 sentra produksi kentang di wilayah Sumatera yaitu Berastagi, Kab. Karo (Sumatera Utara); Danau Kembar, Kab. Solok (Sumatera Barat); dan Kayu Aro, Kab. Kerinci (Jambi). Ekstraksi nematoda dilakukan dengan teknik pembedahan jaringan umbi berbintil. Identifikasi NPA dilakukan berdasarkan karakter morfologi, morfometri dan molekuler. Identifikasi morfologi dilakukan berdasarkan pola perineal nematoda betina. Identifikasi morfometri dilakukan dengan pengukuran juvenil 2 (J2) berdasarkan formula de Man. Identifikasi molekuler dilakukan dengan teknik polymerase chain reaction (PCR) dengan daerah amplifikasi gen cytochrome oksidase subunit 1 (CO1) dilanjutkan dengan perunutan nukleotida dan analisis filogenetik. DNA nematoda berasal dari ekstraksi nematoda betina dan diamplifikasi dengan menggunakan primer spesifik untuk M. arenaria (CO1SA-F dan CO1SA-R), M. chitwoodi (ITSSC-F dan ITSSC-R), M. fallax (CO1SF-F dan CO1SF-R), M. hapla (CO1SH-F dan CO1SH-R), M. incognita (CO1SI-F dan CO1SI-R), dan M. javanica (CO1SJ-F dan CO1SJ-R). Gejala penyakit akibat infeksi Meloidogyne pada tajuk antara lain tanaman cepat layu pada siang hari, kerdil serta klorosis. Gejala pada umbi kentang meliputi malformasi bentuk umbi, umbi berbintil, dan permukaan umbi bergelombang. Bila kulit umbi dikupas, bagian dalam umbi yang terinfeksi terdapat nekrosis berwarna putih kecoklatan yang terdiri atas nematoda betina dan paket telur. Sebanyak tiga spesies Meloidogyne berhasil diidentifikasi secara morfologi, morfometri, dan dikonfirmasi dengan identifikasi secara molekuler menunjukkan bahwa spesies yang berasosiasi dengan tanaman kentang pada tiga sentra produksi kentang di Sumatera adalah M. arenaria, M. incognita dan M. javanica. Sampel asal Karo ditemukan M. arenaria dan M. incognita, sampel asal Solok ditemukan M. incognita dan M. javanica, serta sampel asal Kerinci ditemukan M. incognita dan M. javanica. 1 Secara umum, juvenil 2 (J2) Meloidogyne memiliki bentuk tubuh yang relatif lurus. Tipe bibir tidak set-off dengan tipe stomato stylet. Stilet dan knob terbentuk dengan baik dan terlihat jelas. Median bulb berbentuk oval serta anulasi halus. Kelenjar esofagus menjorok pada usus bagian ventral. Karakter kunci juvenil 2 Meloidogyne berupa ujung ekor bertekstur seperti ada geriginya serta hialin yang terlihat jelas. Pengamatan pola perineal nematoda betina dewasa menunjukkan M. arenaria memiliki ciri lengkung dorsal yang rendah dan membulat, tidak terdapat garis pada bidang lateral. M. incognita memiliki lengkung dorsal yang tinggi, bagian paling luar sedikit melebar dan agak mendatar membentuk sudut 90°, tidak memiliki garis lateral serta bagian stria terlihat jelas. M. javanica memiliki ciri adanya garis lateral yang memisahkan bagian stria dorsal dan ventral. Amplifikasi gen CO1 dengan menggunakan primer spesifik berhasil mengamplifikasi fragmen DNA berukuran 360 pb, 326 pb, dan 170 pb mengindikasikan keberadaan M. arenaria, M. incognita, dan M. javanica. Hasil sikuensing urutan nukleotida terhadap dua sampel spesies, yaitu M. incognita asal Karo dan M. javanica asal Solok, menunjukkan adanya hubungan kekerabatan yang dekat dengan isolat dari negara lain. Isolat M. incognita asal Karo-Indonesia mirip dengan isolat sejenis asal Cina, Amerika Serikat, Vietnam, Inggris, Brazil dan Afrika Selatan. Isolat M. javanica asal Solok-Indonesia Indonesia mirip dengan isolat sejenis asal Amerika Serikat, Afrika, Cina, Jerman, dan Inggris. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi data spesies Meloidogyne penyebab umbi berbintil kentang pada beberapa sentra produksi kentang di Sumatera dan menjadikan dasar kebijakan dalam penentuan strategi pengelolaan NPA.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleSpesies Meloidogyne Penyebab Umbi Kentang Berbintil Pada Tiga Sentra Produksi Di Sumateraid
dc.title.alternativeMeloidogyne Species, the Pimple-like Knot Pathogen of Potato Tuber in Three Production Centres in Sumateraid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordanalisis filogenetikid
dc.subject.keywordgen COIid
dc.subject.keywordmorfologiid
dc.subject.keywordmorfometriid
dc.subject.keywordpola perinealid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record