Show simple item record

dc.contributor.advisorEffendi, Hefni
dc.contributor.advisorKamal, Mohammad Mukhlis
dc.contributor.advisorKodiran, Taryono
dc.contributor.authorPutra, Marfian Dwidima
dc.date.accessioned2022-08-01T04:04:31Z
dc.date.available2022-08-01T04:04:31Z
dc.date.issued2022-08-01
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/113022
dc.description.abstractIkan sidat merupakan salah satu ikan yang termasuk dalam jenis ikan katadromus, yang berarti bahwa ikan sidat melakukan pemijahan di laut dalam dan pada stadia larva beruaya ke sungai hingga mencapai usia dewasa kemudian kembali lagi ke laut. Ikan sidat memiliki nilai ekonomi tinggi, kandungan gizi yang tinggi, dan cita rasa yang lezat sehingga diminati pasar internasional. Permintaan ikan sidat (Anguilla bicolor) di Indonesia sangat besar, yaitu mencapai 600.000 ton per tahun (WWF 2018). Namun, kondisi tersebut dibatasi oleh ketersediaan benih di alam, umur glass eel, dan kualitas air untuk budidaya. Hal tersebut dapat berdampak pada jumlah populasi benih sidat yang beruaya ke muara sungai, serta menjadi penyebab penurunan populasi pada stadia elver di alam. DAS Cimandiri merupakan salah satu DAS yang memiliki potensi dalam pemenuhan kebutuhan ikan sidat dengan stadia glass eel. Kegiatan penangkapan glass eel dilakukan nelayan di muara sungai Cimandiri demi memenuhi kebutuhan perusahaan budidaya ikan sidat dan meningkatkan perekonomian nelayan sidat. Penangkapan ikan sidat di hulu sungai Cimandiri tidak didasari oleh faktor ekonomi, melainkan kegiatan rekreasi memancing yang dilakukan oleh komunitas. Jenis ikan sidat yang banyak ditemukan di sungai Cimandiri umumnya adalah Anguilla bicolor dan Anguilla marmorata. Ikan sidat dengan jenis Anguilla bicolor bicolor dan Anguilla marmorata masuk ke dalam kategori Near Threatened (Hampir Terancam) dan Least Concern (Kekhawatiran Minimal). Oleh karenanya, pengelolaan sidat di Sungai Cimandiri harus berbasis konservasi dengan mempertimbangkan tingkat rasio ekologi, sosio-ekonomi, dan ekosistemnya. Salah satu upaya dalam pengelolaan ikan sidat dapat dilakukan melalui pendekatan dalam mewujudkan pengelolaan kawasan yang ideal. Namun, bagaimanapun alternatif pengelolaan yang akan diterapkan, perlu adanya pelibatan stakeholder yang komprehensif, sehingga dalam pengelolaan sumber daya alam tidak menimbulkan konflik sosial. Kajian pengelolaan konservasi ikan sidat di Sungai Cimandiri didasarkan atas identifikasi persepsi masyarakat dan perkembangan kualitas lingkungan serta ketersediaan sidat di Sungai Cimandiri. Analisis strategi pengelolaan sungai menjadi acuan dasar dalam penentuan pengelolaan ikan sidat berkelanjutan di Sungai Cimandiri dengan konsep pengelolaan berbasis masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kondisi kualitas lingkungan muara Sungai Cimandiri, memetakan potensi keterlibatan stakeholder dalam pelestarian ikan sidat di Sungai Cimandiri, dan mengkaji strategi pengelolaan seumber daya ikan sidat di Sungai Cimandiri berdasarkan stadia. Penentuan titik lokasi penangkapan sidat, dilakukan atas dasar arahan dari key informan dan berbagai referensi penelitian mengenai titik daerah penangkapan sidat. Penelitian dilakukan di lokasi penangkapan sidat baik muara, tengah maupun hulu sungai Cimandiri. Pengumpulan data kualitas air dilakukan dengan menggunakan data sekunder dari hasil penelitian yang sebelumnya pernah dilakukan oleh peneliti lain di area penangkapan ikan sidat. Pengambilan data responden pelaku kegiatan penangkapan sidat dan stakeholder terkait sebagai key informan dilakukan melalui wawancara secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil penghitungan jumlah bobot dan skor dari skoring kualitas air diketahui sebesar 425 yang berarti kondisi kualitas air di sungai Cimandiri sangat baik. Terhadap parameter-parameter kualitas air dilakukan juga penghitungan indeks kualitas air, menghasilkan nilai 85, yang berarti bahwa indeks kualitas air sangat baik. Masyarakat yang menangkap sidat di muara sungai didasari atas dasar kebutuhan ekonomi, sedangkan untuk masyarakat yang menangkap sidat di tengah dan hulu sungai sebagai kesukaan dalam kegiatan memancing. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa dalam pengelolaan perikanan sidat di sungai Cimandiri memiliki kekuatan dan peluang yang sangat baik untuk dioptimalkan. Strategi yang dapat digunakan yaitu menggunakan strategi agresif yang memanfaatkan sebaik mungkin setiap peluang yang ada. Strategi pengelolaan lingkungan dalam upaya pengoptimalan Sungai Cimandiri diantaranya: Mendorong pemerintah daerah setempat untuk membuat program maupun kebijakan dengan salah satunya mewajibkan kegiatan pelepasliaran sebagian hasil pembesaran ikan sidat oleh pelaku usaha ikan sidat. Pelibatan pemerintah daerah setempat, Dinas Perikanan Kelautan, LSM, dan masyarakat sekitar sungai dalam perluasan cakupan kegiatan Pokmaswas dalam program perlindungan, pengawasan, dan penghijauan disekitar sungai demi menjaga kualitas lingkungan sungai, serta meminimalisir kegiatan non penangkapan ikan sidat yang berpotensi merusak habitat ikan sidat di Sungai Cimandiri.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKonsep Pengelolaan Konservasi Sidat (Anguilla sp.) di Sungai Cimandiri, Sukabumi Jawa Baratid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordEel fishid
dc.subject.keywordstakeholderid
dc.subject.keywordCimandiri Riverid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record