Show simple item record

dc.contributor.advisorTiuria, Risa
dc.contributor.advisorAkbari, Rizal Arifin
dc.contributor.authorHanif, Muhammad Qolby
dc.date.accessioned2022-07-25T05:03:43Z
dc.date.available2022-07-25T05:03:43Z
dc.date.issued2022
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/112799
dc.description.abstractBabesiosis dan haemobartonellosis adalah penyakit yang menyerang sel darah merah, yang disebabkan oleh Babesia sp. dengan vektor Rhipicephalus sanguineus dan Haemobartonella sp. dengan vektor Ctenocephalides felis. Penelitian ini bertujuan menjelaskan tingkat kejadian dan jenis terapi pengobatan pasien babesiosis dan haemobartonellosis pada kucing. Penelitian ini menggunakan data sekunder infeksi parasit darah di Klinik Hewan Rvet Bogor dari bulan September 2020 sampai September 2021. Hasil penelitian menunjukkan angka kejadian haemobartonellosis 77,78% lebih tinggi dibanding kejadian babesiosis 22,22%. Tingginya angka kejadian parasit darah pada kucing dipengaruhi oleh faktor lingkungan, keberadaan vektor, dan manajemen pemeliharaan. Penggunaan obat pada pasien babesiosis adalah Doxycycline, sedangkan pada pasien haemobartonellosis adalah Doxycycline dan Enrofloxacin. Penggunaan obat terbanyak berdasarkan catatan rekam medis yaitu Enrofloxacin untuk menangani pasien haemobartonellosis.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleTingkat Kejadian dan Terapi Pengobatan Babesiosis dan Haemobartonellosis pada Kucing di Klinik Rvet Bogor Periode September 2020-September 2021id
dc.title.alternativeIncidence Rate and Treatment of Babesiosis and Haemobartonellosis in Cats at Rvet Veterinary Clinic Bogor in September 2020 – September 2021 Periodid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordbabesiosisid
dc.subject.keywordhaemobartonellosisid
dc.subject.keywordparasiteid
dc.subject.keywordcatid
dc.subject.keywordEnrofloxacineid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record