Show simple item record

dc.contributor.advisorDikari, Mirza Kusrini
dc.contributor.advisorRahman, Dede Aulia
dc.contributor.authorAji, Bakhtiar Santri
dc.date.accessioned2022-07-18T08:33:16Z
dc.date.available2022-07-18T08:33:16Z
dc.date.issued2022-07-14
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/112583
dc.description.abstractIndonesia adalah negara yang kaya dengan berbagai macam sumber enerji terbarukan salah satunya adalah tenaga panas bumi. Secara umum, sebagian besar kegiatan panas bumi berada di kawasan hutan dengan tutupan ekosistem yang masih alami. Kegiatan ini akan memberikan pengaruh seluruh komponen ekosistem, salah satunya komponen satwaliar atau fauna darat. Mamalia besar merupakan taksa fauna darat yang dapat digunakan sebagai indikator karena kebutuhan ruang yang lebih besar. Kamera perangkap merupakan peralatan survey non-invasif yang bermanfaat untuk mendokumentasikan segala fenomena dengan menggunakan sensor, termasuk keberadaan kelompok fauna. Secara umum, fauna memberikan respon terhadap gangguan anthropogenik diantaranya dengan menghindar, mendekat atau beradaptasi. Parameter perubahan probabilitas okupansi dan deteksi digunakan sebagai parameter perubahan respon mamalia besar. Data merupakan hasil studi dan monitoring pada tahap eksplorasi dan kontruksi kegiatan PLTP SE Rantau Dedap. Data kamera perangkap diolah dengan menggunakan “camera sweet” dan peluang okupansi-deteksi menggunakan Perangkat Lunak R dengan package unmarked. Perhitungan probabilitas menggunakan jarak habitat tepi (Kawasan PLTP) dan gangguan cahaya sebagai kegiatan anthropogenik serta faktor ketinggian lokasi. Hasil analisa data kamera perangkap menunjukkan tahap konstruksi mengdokumentasikan kekayaan mamalia besar lebih tinggi dibandingkan tahap eksplorasi masing-masing 13 spesies dan 8 spesies. Tujuh spesies mamalia diantaranya tercatat pada kedua tahap. Dampak kegiatan pada tahap eksplorasi dan konstruksi cenderung sama, dampak perubahan habitat hutan menjadi area kegiatan PLTP menjadi dampak utama yaitu 52,2 ha pada tahap eksplorasi dan 59,5 ha pada tahap konstruksi. Setidaknya ada 3 respon okupansi dan deteksi mamalia besar terhadap kegiatan PLTP pada tahap eksplorasi dan konstruksi berdasarkan kamera perangkap yaitu (1) penurunan probabilitas deteksi namun nilai okupansi meningkat diantaranya Beruang (Helarctos malayanus) dan Tapir (Tapirus indicus) (2) Peluang probabilitas deteksi menurun, nilai okupansi cenderung tidak berubah diantaranya Ajag (Cuon alpinus) (3) Okupansi dan probabilitas deteksi tidak berubah secara signifikan diantaranya Babi Batang Sumatra (Arctonyx hoevenii) dan Kijang Muncak (Muntiacus muntjak).id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleRespon Mamalia Besar Terhadap Kegiatan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumiid
dc.title.alternative. Large Mammals’ Response to Geothermal Plant Activitiesid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordGeothermalid
dc.subject.keywordLarge Mammalsid
dc.subject.keywordOccupancyid
dc.subject.keywordResponseid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record