Show simple item record

dc.contributor.advisorAnwar, Affendi
dc.contributor.advisorBaharsjah, Sjarifuddin
dc.contributor.advisorNasoetion, Lutfi I.
dc.contributor.advisorMudikdjo, Kooswardhono
dc.contributor.advisorHardjolukito, Sutanto
dc.contributor.authorWibowo, Rudi
dc.date.accessioned2010-03-24T07:55:57Z
dc.date.available2010-03-24T07:55:57Z
dc.date.issued1988
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/1124
dc.description.abstractWilayah pantai pada dasarnya merupakan suatu wilayah tertekan ("depressed area") yang seringkali kurang mendapat -kan perhatian dari para pemegang kebijakan. Tertekannya wilayah pantai tersebut dicirikan dengan penggunaan sumberdaya yang belum optimal ("sub-optimal resource use"), ketidak-adilan pembagian tanah dan hasil-hasilnya, degradasi lingkungan, dan kemungkinan sifat-sifat irreversibility yang mengakibatkan hilangnya jenis-jenis spesies ikan tertentu. Tingkat kehidupan nelayan pada umumnya rendah, secara socio-kultural tertekan serta tidak bermodal ("assetless" atau "propertyless"), dengan sumber modal yang bersifat "depreciate" sehingga sulit untuk dapat dipergunakan sebagai. jaminan pinjaman modal ("collateral"). Pola musiman dalam penangkapan, sifat mudah busuk ("perishable") perikanan seringkali menambah beban resiko dari hasil dan Ketidaktentuan dalam kehidupan nelayan-nelayan tersebut. Akibatnya, seringkali terlihat ciri-ciri menonjol seperti adanya kemiskinan, malnutrition, kekurangan sanitasi dan pendidikan yang rendah. Wilayah perairan pantai pulau Jawa sumberdayanya relatif kurang subur serta padat penduduknya. Dengan kemampuan penduduk nelayan sangat terbatas serta kurangnya alternatif pekerjaan di luar sektor penangkapan akan memperbesar peluang terjadinya pengurasan sumberdaya tersebut. Lemahnya kelembagaan sosial ekonomi yang ada sering kurang memberikan peluang untuk dapat memperbaiki keadaan ini. Selanjutnya sifat "open access" (akses terbuka) pada sumberdaya perairan laut dan kemudahan untuk masuk berusaha ("easy entry") akan mengakibatkan semakin sulitnya posisi nelayan-nelayan kecil yang 1 emah kapital tersebut. Di lain pihak, tanpa pengelolaan yang benar, keadaan ini akan mengarah kepada misalokasi sumberdaya. …
dc.languageid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.subject.ddcRural Development Planning
dc.subject.ddcRegional
dc.titleStudi pembangunan sumberdaya di wilayah pantai utara Jawa Barat (Kasus Kabupaten Bekasi, Karawang dan Subang)id
dc.typeDissertations
dc.subject.keywordWilayah pesisir
dc.subject.keywordKemiskinan nelayan
dc.subject.keywordSumber daya perikanan
dc.subject.keywordAkses terbuka


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record