Show simple item record

dc.contributor.advisorRustiadi, Ernan
dc.contributor.advisorKinseng, Rilus A.
dc.contributor.authorVeriasa, Thomas Oni
dc.date.accessioned2022-06-10T02:08:34Z
dc.date.available2022-06-10T02:08:34Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/112020
dc.description.abstractSistem Tata Kelola Hutan Berbasis Masyakat atau Community based Forest Management (CFM) telah dilaksanakan hampir sepuluh tahun di hulu DAS Ciliwung tepatnya di Kampung Cibulao, Desa Tugu Utara, Kabupaten Bogor. Kegiatan tersebut melibatkan kelompok tani hutan dalam mengelola hutan melalui kegiatan budi daya kopi dengan sistem tumpang sari (agroforestry) dan pengelolaan jalur sepeda gunung. Tujuan penelitian ini adalah (1) Menganalisis kelayakan usaha kegiatan-kegiatan CFM di Kampung Cibulao, Desa Tugu Utara; (2) Menganalisis konflik dan potensi konflik serta kerja sama yang dapat tercipta dalam CFM; (3) Menghitung kontribusi CFM terhadap peningkatan pendapatan rumah tangga masyarakat di Kampung Cibulao, Desa Tugu Utara; (4) Menganalisis faktor-faktor CFM yang berpengaruh pada pendapatan per kapita masyarakat; (5) Menganalisis persepsi masyarakat tentang pengaruh CFM terhadap kelestarian hutan di Kampung Cibulao, Desa Tugu Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha CFM yaitu budi daya kopi dan pengelolaan jalur sepeda gunung, memiliki kelayakan finansial usaha dan prospek bisnis yang lebih baik dibandingkan usaha penggemukan sapi dan ternak domba. Usaha ini layak untuk terus dikembangkan terutama bagi masyarakat yang berpendapatan rendah seperti di Kampung Cibulao. Secara sosial, dalam pelaksanaan CFM, Perum Perhutani dan stakeholder inti perlu melibatkan dan bekerjasama dengan stakeholder potensial di luar stakeholder inti. Selain itu konflik internal dan konflik para pihak perlu dikelola dan ditangani dengan baik agar tujuan CFM dapat tercapai. Secara ekonomi, kegiatan CFM telah memberikan kontribusi rata-rata 2.69 persen per tahun terhadap total pendapatan rumah tangga di Kampung Cibulao. Namun, dalam pelaksanaannya masih terjadi ketimpangan distribusi pendapatan, ketimpangan penguasaan lahan kelola, perbedaan keterampilan dan motivasi dalam berusaha. Dari hasil analisis faktor-faktor CFM yang berpengaruh terhadap pendapatan per kapita masyarakat, di antara seluruh variabel yang digunakan dalam penelitian ini, terdapat variabel empat variabel yang berpengaruh signifikan pada pendapatan per kapita masyarakat yaitu pendapatan CFM (X1), pendidikan (X2), luas lahan CFM (X3), dan jumlah anggota keluarga (X4) secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap total pendapatan per kapita (Y) di Kampung Cibulao. Dari analisis ini, variabel jumlah anggota keluarga (X4) memiliki pengaruh paling besar terhadap total pendapatan per kapita (Y) di Kampung Cibulao. Analisis persepsi anggota KTH yang terlibat CFM, menjelaskan bahwa berdasarkan penilaian persepsi anggota KTH, kegiatan CFM memberikan pengaruh pada kelestarian hutan di Kampung Cibulao.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKontribusi Sistem Tata Kelola Hutan Berbasis Masyarakat Terhadap Sosial Ekonomi Dan Persepsi Kelestarian Hutan Di Hulu DAS Ciliwung, Kabupaten Bogorid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordForest Management Systemid
dc.subject.keywordConflictid
dc.subject.keywordForest sustainabilityid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record