Show simple item record

dc.contributor.advisorFatchiya, Anna
dc.contributor.advisorAmanah, Siti
dc.contributor.authorSetiyowati, Tri
dc.date.accessioned2022-04-27T00:18:11Z
dc.date.available2022-04-27T00:18:11Z
dc.date.issued2022
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/111681
dc.description.abstractKomoditi cengkeh (Syzygium aromaticum L.) merupakan salah satu komoditi perkebunan yang memberikan kontribusi terhadap perekonomian Indonesia. Kepulauan Maluku telah dikenal sebagai penghasil cengkeh sejak ratusan tahun silam karena cengkeh merupakan tanaman endemik Maluku Utara. Namun, produktivitas cengkeh di Maluku Utara masih lebih rendah dibandingkan dengan potensi genetiknya dan rata – rata nasional. Inovasi budidaya cengkeh berupa aplikasi ZPT Paclobutrazol dan pemupukan NPK telah diperkenalkan pertama kalinya di Kabupaten Halmahera Timur pada tahun 2019 untuk mendukung Kabupaten Halmahera Timur sebagai kawasan cengkeh nasional. Inovasi ini memiliki keunggulan dapat meningkatkan produksi bunga cengkeh dan menghambat pertumbuhan vegetatif tanaman. Inovasi baru untuk dapat diadopsi oleh petani harus melewati beberapa tahapan yang memerlukan waktu yang berbeda-beda untuk setiap orang dan dalam proses tersebut terdapat banyak faktor yang memengaruhinya. Menurut Rogers (2003) proses adopsi inovasi terjadi melalui lima tahapan yaitu pengetahuan dipengaruhi oleh karakteristik petani, persuasi dipengaruhi oleh persepsi petani terhadap karakeristik inovasi, keputusan, implementasi, dan konfirmasi. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis tingkat pengetahuan dan persepsi petani terhadap inovasi budidaya cengkeh di Kabupaten Halmahera Timur; (2) menganalisis proses adopsi inovasi budidaya cengkeh di Kabupaten Halmahera Timur serta faktor-faktor yang memengaruhi proses adopsinya; dan (3) merumuskan strategi penyuluhan yang efektif untuk meningkatkan proses adopsi inovasi budidaya cengkeh. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Halmahera Timur tepatnya di Desa Telaga Jaya Kecamatan Wasile Selatan. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive dengan pertimbangan merupakan lokasi tempat inovasi diperkenalkan. Penelitian ini didisain dengan menggunakan metode survei. Data primer dikumpulkan mulai Mei 2021 sampaiJuli 2021. Responden penelitian adalah petani cengkeh di Desa Telaga Jaya. Seluruh petani cengkeh merupakan responden penelitian (140 petani). Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur, wawancara mendalam dan observasi lapangan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis regresi dengan bantuan aplikasi SPSS. Proses adopsi inovasi budidaya cengkeh yang terjadi di Kabupaten Halmahera Timur hanya melalui empat tahapan yaitu tahap pengetahuan, tahap persuasi, tahap keputusan, dan tahap implementasi. Petani yang berada pada tahap pengetahuan sebanyak 140 orang. Pengetahuan petani terhadap inovasi budidaya cengkeh berada pada kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa petani sudah tau tentang keberadaan inovasi budi daya cengkeh. Faktor karakteristik individu yang memengaruhi tahap pengetahuan petani secara nyata yaitu kekosmopolitan, luas lahan, dan tingkat pendapatan. Petani yang berada pada tahap persuasi sebanyak 117 orang. Persuasi petani terhadap inovasi dihubungkan dengan persepsi petani terhadap inovasi berdasarkan karakteristik inovasi (keuntungan relatif, kesesuaian, tingkat kerumitan, kemudahan diuji coba, dan kemudahan diamati). Berdasarkan hasil penelitian dilapangan, persepsi petani berada pada kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi ini dinilai positif oleh petani. Faktor-faktor yang memengaruhi persepsi petani secara nyata berdasarkan karakteristik inovasi yang dimilikinya yaitu kesesuaian, tingkat kerumitan, dan kemudahan diuji coba. Petani yang berada pada tahap keputusan sebanyak 99 orang, artinya petani ini menyatakan menerima inovasi tetapi belum sampai kepada tahap menerapkan inovasi. Keputusan petani dalam menerima adopsi inovasi dipengaruhi oleh faktor lingkungan berupa ketersediaan informasi. Hal ini menunjukkan dengan informasi yang tersedia dan mudah didapatkan akan membantu petani dalam mempercepat pengambilan keputusan. Dari sebanyak 99 orang petani yang memutuskan menerima inovasi, hanya sebanyak 7 orang (7,07 persen atau 5 persen dari seluruh responden awal) telah menerapkan inovasi budidaya cengkeh yang memutuskan untuk mengimplementasikan inovasi. Hal ini menunjukkan baru sebagian kecil petani yang membuktikan apakah inovasi ini sesuai dengan dirinya dan lingkungannya. Hanya petani yang benar-benar kuat pemahamannya yang akan sampai pada tahap implementasi dan yakin untuk tetap mengadopsi. Petani cengkeh yang sampai pada tahap ini merupakan tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ada di Desa Telaga JayaTahap implementasi dipengaruhi oleh faktor dukungan penyuluhan. Strategi penyuluhan percepatan proses adopsi inovasi budidaya cengkeh dilakukan sesuai model logik yang terdiri dari input, process, output dan outcomes. Input dalam strategi ini terdiri atas petani cengkeh yang mengenal inovasi budidaya cengkeh dengan kekosmopolitan dan tingkat pendapatan; karakteristik inovasi yang memiliki kesesuaian, kerumitan dan kemudahan diuji cobakan; dukungan lingkungan berupa ketersediaan informasi; dukungan penyuluhan berupa kesesuaian materi penyuluhan pertanian, metode penyuluhan yang sesuai kebutuhan, intensitas penyuluhan dan kemampuan penyuluhan yang baik, serta pelatihan kepada penyuluh. Process yang dilakukan adalah menyelenggarakan penyuluhan yang efektif melalui peningkatan pengetahuan petani dengan metode penyuluhan yang partisipatif. Petani dapat mencoba inovasi dan berdiskusi langsung dengan penyuluh dan petani lain pada kegiatan sekolah lapang, melalui kegiatan demplot memungkinkan petani untuk melihat dan mempraktekkannya langsung (learning by doing), melakukan kunjungan baik perseorangan maupun kelompok. Intensitas penyuluhan dapat ditingkatkan dengan mendatangkan narasumber dari luar seperti Dinas Pertanian, BPTP dan BPP maupun pihak lain untuk pengembangan cengkeh. Kemampuan penyuluh perlu ditingkatkan melalui pendidikan formal dan non formal sehingga dapat menunjang dalam membantu penyelesaian masalah petani di lapangan. Output yang dicapai adalah meningkatkan pengetahuan petani, meningkatkan persepsi petani terhadap inovasi, serta meningkatkan proses adopsi inovasi sehingga tercapai outcomes berupa peningkatan produktivitas, pendapatan dan kesejahteraan petaniid
dc.description.sponsorshipBPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kemementerian Pertanianid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleProses Adopsi Inovasi Budidaya Cengkeh di Kabupaten Halmahera Timurid
dc.title.alternativeThe Process of Adopting Clove Cultivation Innovations in East Halmahera Regencyid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordadopsiid
dc.subject.keywordcengkehid
dc.subject.keywordinovasiid
dc.subject.keywordkultivasiid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record