Show simple item record

dc.contributor.advisorHakim, Dedi Budiman
dc.contributor.advisorSahara
dc.contributor.authorRaharjo, Selviana
dc.date.accessioned2022-01-03T01:22:52Z
dc.date.available2022-01-03T01:22:52Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/110431
dc.description.abstractSektor industri pengolahan merupakan sektor terpenting dalam perekonomian Jawa Tengah. Hal tersebut terlihat dari peranannya dalam menyumbang nilai PDRB terbesar dalam perekonomian Jawa Tengah. 1/3 perekonomian Jawa Tengah ditopang oleh sektor industri pengolahan. Pentingnya pembangunan sektor industri tercantum dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015- 2035, dimana Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang termasuk kedalam Wilayah Pengembangan Industri (WPI) yang diharapkan mampu menciptakan industri tangguh sesuai dengan visi dari pembangunan industri nasional, yaitu “Indonesia Menjadi Negara Industri Tangguh pada Tahun 2035”. Di level regional amanat pembangunan industri tercantum dalam Peraturan Daerah No. 10 tahun 2017 tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) 2017- 2037. Industrialisasi sendiri menjadi salah satu cara yang dilakukan oleh negaranegara maju dan berkembang sebagai strategi menciptakan pertumbuhan ekonomi yang cepat karena mampu menciptakan nilai tambah. Meskipun demikian, dalam beberapa tahun terakhir kinerja industri pengolahan menunjukkan pergerakan yang berfluktuatif dan cenderung memperlihatkan trend yang menurun. Pergerakan tersebut tentunya dipengaruhi oleh beberapa variabel makroekonomi yang memengaruhinya. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel ekspor, impor, investasi PMA, investasi PMDN, tenaga kerja, infrastuktur jalan, infrastruktur listrik, Upah Minimum Provinsi (UMP), inflasi serta variabel dummy otonomi daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui variabel-variabel yang berpengaruh terhadap output sektor industri pengolahan serta mengetahui respon dari variabel utama terhadap guncangan yang terjadi pada variabel endogen. Dalam penelitian ini juga dapat dilihat bagaimana kontribusi masing-masing variabel makroekonomi terhadap variabel PDRB sektor industri pengolahan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data runtun tahunan dari tahun 1988 sampai 2018. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan vector error correction model (VECM). Persamaan VECM yang dihasilkan menunjukkan bahwa dalam jangka panjang variabel investasi PMDN berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB sektor industri pengolahan Jawa Tengah. Berbeda denga PMDN, investasi PMA menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja output industri pengolahan. Sedangkan dalam jangka pendek variabel yang berpengaruh signifikan adalah ekspor, investasi PMA, tenaga kerja dan dummy otonomi daerah. Analisis FEVD menunjukkan bahwa variabel ekspor, pertumbuhan kinerja industri pengolahan, investasi PMA, impor dan tenaga kerja memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan PDRB sektor industri dalam jangka panjang.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleAnalisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Output Sektor Industri Pengolahan di Provinsi Jawa Tengahid
dc.title.alternativeAnalysis Effect of Macroeconomic Variables on Industrial Manufacturing Output in Central Java Provinceid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordFEVDid
dc.subject.keywordindustrial manufacturing outputid
dc.subject.keywordindustrial sector outputid
dc.subject.keywordVector Error Correction Model (VECM)id


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record