Analisis Full Cost Recovery pada Penetapan Tarif Air PERUMDA Tirta Pakuan Kota Bogor
Abstract
PERUMDA Tirta Pakuan Kota Bogor yang menjalankan tugasnya sebagai suatu badan
usaha yang mengelola air minum, setiap tahunnya mengalami kehilangan air rata-rata 30%
per tahun. Hal tersebut berimbas pada penetapan tarif, dimana semakin besar angka
kehilangan air, maka kemampuan supply air menurun sehingga diperlukan evaluasi
penetapan tarif. Pengelolaan sumberdaya air juga harus berkelanjutan agar dapat
dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan manusia, mengingat pesatnya pertumbuhan
penduduk secara tidak langsung terdapat konsekuensi bahwa permintaan air bersih akan
semakin bertambah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi pola pengelolaan
air PERUMDA Tirta Pakuan; dan (2) evaluasi kebijakan penetapan tarif dengan
mekanisme full cost recovery. Hasil penelitian menunjukan bahwa sumber air yang
digunakan berasal dari empat mata air dan lima instalasi pengelolaan air (IPA) dengan total
kapasitas produksi sebanyak 2.667,16 lt/detik, dan dalam waktu satu tahun PERUMDA
Tirta Pakuan mendistribusikan air sebanyak 39.617.449 m3
/tahun. Rata-rata tingkat
kehilangan air mengalami peningkatan, 29,33% pada tahun 2016, dan 30,70% pada tahun
2018. Hal tersebut sudah berada di bawah standar toleransi angka kebocoran air. Penetapan
tarif saat ini belum memenuhi kriteria full cost recovery, terdapat beberapa perbedaan
antara tarif saat ini dengan tarif hasil perhitungan menurut Permendagri, tingginya angka
kebocoran air berimbas pada tingginya harga dasar.

