| dc.description.abstract | Induksi apoptosis menjadi strategi alternatif dalam pencegahan
aterosklerosis. B-Cell Lymphoma-2 (BCL-2) merupakan protein regulator apoptosis
yang mencegah aktivasi protein BAX untuk menginduksi apoptosis. Terikatnya
protein BCL-2 dengan aktivator BAX akan menghambat induksi apoptosis,
sehingga ikatan antara keduanya harus dihambat agar apoptosis terinduksi.
Senyawa flavonoid daun jati belanda dan salam dilaporkan menginduksi apotosis,
namun belum diketahui pengikatannya dengan BCL-2. Penelitian ini bertujuan
memprediksi potensi senyawa flavonoid daun jati belanda dan salam dalam
menginduksi apoptosis melalui pengikatan dengan BCL-2. Metode yang digunakan
yaitu penambatan molekuler meggunakan software AutodockVina, analisis
bioavailabilitas, dan prediksi toksisitas. Penambatan molekuler menunjukkan 11
senyawa uji berikatan kuat dengan BCL-2. Kuersimeritrin memiliki pengikatan
terkuat dengan energi afinitas= -8,4 kkal/mol, konstanta inhibisi (Ki)= 0,69 µM
dan %BSS= 62,50%. Kuersetin memiliki energi afinitas= -7,3 kkal/mol, Ki= 4,40
µM, dan %BSS= 43,75%. Semua senyawa uji kecuali rutin memiliki
bioavailabilitas yang baik, tetapi hanya katekin diprediksi tidak toksik (LD50>5000
mg/kg). Dengan demikian, senyawa flavonoid diprediksi menginduksi apoptosis
melalui pengikatannya dengan BCL-2 sehingga menghambat interaksi BCL-2
dengan aktivator BAX. | id |