Show simple item record

dc.contributor.advisorHarahap, Idham Sakti
dc.contributor.advisorNurulalia, Lia
dc.contributor.authorWannazifah, Bismi Khaira
dc.date.accessioned2021-11-09T01:27:43Z
dc.date.available2021-11-09T01:27:43Z
dc.date.issued2021
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/109844
dc.description.abstractSeiring meningkatnya jumlah penduduk diperkotaan, pembangunan permukiman juga terus meningkat. Semakin banyak aktivitas manusia di suatu permukiman, maka semakin tinggi pula potensi kehadiran hama di permukiman tersebut. Aktivitas manusia seringkali bersinggungan dengan kehadiran hama di permukiman. Kehadiran hama di permukiman dapat berdampak langsung dan tidak langsung bagi manusia. Dampak langsungnya berupa kerusakan pada rumah, perabot, hingga peralatan rumah tangga lainnya, sedangkan kerusakan tidak langsung berupa peranan hama permukiman sebagai vektor penyakit pada manusia sehingga dapat mengganggu kesehatan. Berkaitan dengan keberadaan hama permukiman tersebut, maka penelitian ini bertujuan memperoleh informasi mengenai persepsi masyarakat terhadap hama permukiman serta metode pengendalian yang sering dilakukan oleh masyarakat. Metode penelitian berupa wawancara dengan masyarakat yang berdomisili di Kota Padang, Sumatra Barat. Responden dipilih dengan metode purposive sampling berdasarkan kategori domisili. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat Kota Padang menilai kehadiran hama permukiman cukup meresahkan di lingkungan tempat tinggalnya. Hama permukiman yang paling banyak ditemukan di lingkungan permukiman Kota Padang antara lain nyamuk, semut, tikus, dan kecoa. Sementara itu, hama yang paling banyak dikendalikan adalah nyamuk dan tikus. Tindakan pengendalian hama umumnya dilakukan dengan cara fisik/mekanis, sanitasi lingkungan, dan pengendalian secara kimiawi. Pengendalian secara kimiawi masih menjadi pilihan utama bagi responden.id
dc.description.abstractThe increasing of human population in urban centers has stimulated the construction of residential areas. The more human activities, the higher the level of pest presence in the settlement. The presence of urban pests might have both direct and indirect impacts on humans. The direct consequence caused damage to houses, furniture, and other household appliances, while the indirect damage is the emergence of health problems causes by pests that caused numerous diseases. This research has conducted through interviews with people who live in Padang City, West Sumatra. Sixty respondents were selected using the purposive sampling method. The perception of the respondent to urban pests is varied, but they commonly say that those pests were quite disturbing in their living environment. The most common urban pests found in residential areas of Padang City are mosquitoes, ants, rats, and cockroaches. The most pest controlled by the respondent are mosquitoes and rats. Pest control management is carried out by physical/mechanical means, environmental sanitation, and chemical control. Chemical control is still the primary choice for respondents.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePersepsi Masyarakat Kota Padang terhadap Hama Permukiman serta Sikap dan Tindakan Pengendaliannyaid
dc.title.alternativePerceptions, Atitudes, and Pest Management of the Community in Padang City towards Urban Pestid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordrespondentsid
dc.subject.keywordinterviewid
dc.subject.keywordurban pest control methodid
dc.subject.keywordrespondentsid
dc.subject.keywordinterviewid
dc.subject.keywordurban pest control methodid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record