Persepsi Masyarakat Kota Padang terhadap Hama Permukiman serta Sikap dan Tindakan Pengendaliannya
Date
2021Author
Wannazifah, Bismi Khaira
Harahap, Idham Sakti
Nurulalia, Lia
Metadata
Show full item recordAbstract
Seiring meningkatnya jumlah penduduk diperkotaan, pembangunan
permukiman juga terus meningkat. Semakin banyak aktivitas manusia di suatu
permukiman, maka semakin tinggi pula potensi kehadiran hama di permukiman
tersebut. Aktivitas manusia seringkali bersinggungan dengan kehadiran hama di
permukiman. Kehadiran hama di permukiman dapat berdampak langsung dan tidak
langsung bagi manusia. Dampak langsungnya berupa kerusakan pada rumah,
perabot, hingga peralatan rumah tangga lainnya, sedangkan kerusakan tidak
langsung berupa peranan hama permukiman sebagai vektor penyakit pada manusia
sehingga dapat mengganggu kesehatan. Berkaitan dengan keberadaan hama
permukiman tersebut, maka penelitian ini bertujuan memperoleh informasi
mengenai persepsi masyarakat terhadap hama permukiman serta metode
pengendalian yang sering dilakukan oleh masyarakat. Metode penelitian berupa
wawancara dengan masyarakat yang berdomisili di Kota Padang, Sumatra Barat.
Responden dipilih dengan metode purposive sampling berdasarkan kategori
domisili. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat Kota Padang
menilai kehadiran hama permukiman cukup meresahkan di lingkungan tempat
tinggalnya. Hama permukiman yang paling banyak ditemukan di lingkungan
permukiman Kota Padang antara lain nyamuk, semut, tikus, dan kecoa. Sementara
itu, hama yang paling banyak dikendalikan adalah nyamuk dan tikus. Tindakan
pengendalian hama umumnya dilakukan dengan cara fisik/mekanis, sanitasi
lingkungan, dan pengendalian secara kimiawi. Pengendalian secara kimiawi masih
menjadi pilihan utama bagi responden. The increasing of human population in urban centers has stimulated the
construction of residential areas. The more human activities, the higher the level of
pest presence in the settlement. The presence of urban pests might have both direct
and indirect impacts on humans. The direct consequence caused damage to houses,
furniture, and other household appliances, while the indirect damage is the
emergence of health problems causes by pests that caused numerous diseases. This
research has conducted through interviews with people who live in Padang City,
West Sumatra. Sixty respondents were selected using the purposive sampling
method. The perception of the respondent to urban pests is varied, but they
commonly say that those pests were quite disturbing in their living environment.
The most common urban pests found in residential areas of Padang City are
mosquitoes, ants, rats, and cockroaches. The most pest controlled by the respondent
are mosquitoes and rats. Pest control management is carried out by
physical/mechanical means, environmental sanitation, and chemical control.
Chemical control is still the primary choice for respondents.
Collections
- UT - Plant Protection [2516]
