Show simple item record

dc.contributor.authorMusyaffa, Muhammad Falikhul
dc.date.accessioned2021-09-20T23:56:02Z
dc.date.available2021-09-20T23:56:02Z
dc.date.issued2021-09-20
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/109326
dc.description.abstractKematian burung liar telah terjadi di beberapa negara karena keracunan berbagai golongan insektisida akibat memakan hasil pertanian atau serangga hama yang terpapar insektisida. Fenomena ini diikuti dengan perpanjangan waktu dekomposisi bangkai akibat kematian serangga dekomposer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suksesi serangga pada burung yang keracunan tiga golongan insektisida (karbamat, organofosfat dan piretroid). Penelitian ini dilakukan di Kampus IPB Dramaga, IPB University, Bogor, Indonesia. Satu ekor burung puyuh (Coturnix coturnix japonica) digunakan sebagai kontrol yang dibunuh dengan cara dislokasi leher (cervical dislocation) secara manual dan tiga ekor burung yang masing masing diberi insektisida karbamat, organofosfat, dan piretroid dosis akut secara peroral. Bangkai burung ditempatkan dalam perangkap serangga, dan selanjutnya serangga yang masuk perangkap dikoleksi setiap 6 jam selama 24 jam, sejak hari pertama peletakan bangkai hingga proses dekomposisi bangkai mencapai skeletal stage. Serangga dekomposer yang datang dan tertangkap diidentifikasi dan dihitung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ragam jenis serangga pada keempat kelompok perlakuan relatif sama, yaitu lalat (Ordo Diptera: Calliphoridae, Muscidae dan Sarcophagidae), lipas (Ordo Dictyoptera: Blattidae dan Blaberidae), kumbang (Ordo Coleoptera: Scarabidae), semut (Ordo Hymenoptera: Formicidae), dan cocoped-earwigs (Ordo Dermaptera: Anisolabididae). Chrysomya megacephala merupakan serangga yang pertama kali datang dan mendominasi bangkai burung dan selalu tertangkap sejak fresh stage hingga post-decay stage pada semua perlakuan. Dekomposisi bangkai pada kelompok perlakuan membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kelompok kontrol membutuhkan waktu 6 hari untuk mencapai skeletal stage, sedangkan kelompok karbamat 7 hari, organofosfat 13 hari dan piretroid 14 hari. Suhu lingkungan pada perlakuan piretroid memiliki hubungan yang signifikan dengan jumlah serangga yang tertangkap setiap hari. Namun, fluktuasi suhu dan kelembapan lingkungan tidak berkorelasi dengan jumlah serangga yang datang setiap hari.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleSuksesi Serangga Pada Bangkai Burung Yang Keracunan Insektisida Di Lingkungan Kampus IPB Dramagaid
dc.title.alternativeInsect Succession in Insecticides Poisoning Bird Carrion In IPB Dramaga Campus Environmentid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordburungid
dc.subject.keywordinsektisidaid
dc.subject.keywordkeracunanid
dc.subject.keywordseranggaid
dc.subject.keywordsuksesiid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record