Show simple item record

dc.contributor.advisorSoepardi, Goeswono
dc.contributor.advisorSetijono, Slamet
dc.contributor.advisorSolahuddin, Soleh
dc.contributor.authorAllorerung, David
dc.date.accessioned2010-03-24T07:13:41Z
dc.date.available2010-03-24T07:13:41Z
dc.date.issued1988
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/1087
dc.description.abstractPemanfaatan dan pengembangan lahan kering yang bermasalah bagi berbagai usaha pertanian akan semakin meningkat, baik untuk memenuhi kebutuhan penduduk maupun kebutuhan pembangunan nasional. Lahan semacam ini terdapat cukup luas di Indonesia, antara lain meliputi jenis Podzolik dengan ciri utama masam dan secara umum kurang subur, serta diduga kahat silikat, sehingga memerlukan tindakan khusus agar dapat diperoleh produksi tanaman yang memuaskan. Meskipun penggunaan bahan organik, batuan fosfat alam, dan kapur giling telah lama dikenal dan digunakan untuk perbaikan tanah lahan kering bermasalah, usaha mencari pilihan lain akan tetap bermanfaat. Terak baja yang merupakan limbah dalam proses produksi baja merupakan salah satu bahan yang dalam keadaan tertentu telah berhasil digunakan di luar negeri baik sebagai bahan pupuk maupun untuk perbaikan tanah yang umumnya dikaitkan dengan kandungan silikatnya. Di Jepang terutama digunakan untuk pertanaman padi, sedangkan di Hawaii terutama untuk pertanaman tebu. Beberapa penelitian di Indonesia telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Pada saat ini, terak baja sudah dihasilkan oleh pabrik baja Cilegon, Jawa Barat, dengan kandungan utama Si dan Ca. Akhir-akhir ini, tanaman tebu adalah di antara komoditi yang terus dikembangkan di lahan-lahan kering, khususnya di luar Jawa, tetapi produksinya umumnya masih jauh dari harapan. Pengusahaan tebu adalah bersifat padat modal dan padat karya, sehingga memungkinkan menggunakan terak baja sebagai bahan perbaikan tanah untuk meningkatkan produksinya. Berdasarkan latar belakang dan kerangka pemikiran tersebut, penelitian ini dilakukan. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk menemukan cara meningkatkan produksi atau setidak-tidaknya mencegah kemerosotan produksi tebu pada lahan kering Podzolik Merah Kuning (PMK). Sedangkan tujuan utama adalah (1) untuk mempelajari bagaimana pengaruh terak baja terhadap berbagai ciri kimia tanah serta ketersediaan hara dan/atau yang dapat diserap tanaman tebu; (2) untuk memperkirakan unsur utama bawaan terak baja yang lebih berperan dalam terjadinya tanggapan tanaman tebu; dan (3) untuk mendapatkan takaran terak baja yang cukup untuk mem-perbaiki ketersediaan hara serta meningkatkan produksi tebu pada lahan kering PMK.
dc.languageid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titlePengaruh pemberian terak baja pada podzolik merah kuning terhadap ciri kimia tanah, kadar dan serapan hara, serta produksi tanaman tebu (Scacharum officinarum L.)id
dc.typeDissertations
dc.subject.keywordLahan kering Podzolik
dc.subject.keywordTerak baja
dc.subject.keywordPerbaikan kesuburan tanah
dc.subject.keywordProduksi tebu


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record