Show simple item record

dc.contributor.advisorMadduppa, Hawis
dc.contributor.advisorBengen, Dietriech Geoffrey
dc.contributor.authorFatchiyyah, Sayyidah
dc.date.accessioned2021-08-26T06:34:16Z
dc.date.available2021-08-26T06:34:16Z
dc.date.issued2021
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/108792
dc.description.abstractZooplankton merupakan plankton yang terdiri dari hewan-hewan kecil dan hewan-hewan besar yang belum dewasa, berdasarkan siklus hidupnya terbagi menjadi holoplankton (organisme yang bersifat planktic di seluruh siklus hidupnya) dan meroplankton (organisme planktic yang menghabiskan sebagian siklus hidupnya pada zona bentik). Komposisi dan distribusi zooplankton penting dalam rantai makanan dan pengelolaan ekosistem terumbu karang. Kurangnya informasi terkait zooplankton di perairan pesisir Raja Ampat memengaruhi kegiatan penangkapan ikan sebagai sumber mata pencaharian utama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui komposisi zooplankton berdasarkan DNA lingkungan (eDNA) serta menganalisis sebaran spasialnya di Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Raja Ampat, berdasarkan pembagian zona yaitu Zona Inti, Zona Pemanfaatan Terbatas, dan Zona Lainnya. Pendataan zooplankton dilakukan menggunakan metode metabarcoding eDNA dengan target gen universal plankton (V9) dari 18S rRNA. Analisis bioinformatika dilakukan melalui QIIME2 dan divisualisasi serta divalidasi menggunakan program Microsoft Excel dan R. Sebanyak 18 titik pengambilan sampel air terbaca 53 Operational Taxonomy Unit (OTU) metazoa, diantaranya 33 OTU tidak teridentifikasi (unidentified) hingga taksa spesies dan 20 OTU teridentifikasi. Keragaman alfa dan beta tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan, holoplankton pada kelompok copepoda mendominasi taksa zooplankton di setiap zona. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat variasi habitat yang spesifik. Copepoda yang mendominasi adalah Paracalanus parvus pada Zona Inti dan Zona Lainnya, sedangkan pada Zona Pemanfaatan Terbatas didominasi oleh Corycaeus speciosus. Keberadaan copepoda yang melimpah pada Zona Lainnya dan Zona Pemanfaatan terbatas menunjukkan bahwa kawasan tersebut juga mampu menyediakan produktivitas sekunder secara kontinu, sehingga juga dapat diasumsikan bahwa ketersediaan pakan alami ikan planktivor dianggap cukup untuk menjaga kestabilan ekosistem di perairan pesisir Raja Ampat.id
dc.description.sponsorshipPenelitian ini didukung oleh USAID melalui Program Sustainable Higher Education Research Alliances (SHERA) – Center for Collaborative Research Animal Biotechnology and Coral Reef Fisheries (CCR ANBIOCORE), IPB University.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKomposisi dan Distribusi Spasial Zooplankton berdasarkan DNA Lingkungan (eDNA) di Perairan Pesisir Raja Ampatid
dc.title.alternativeComposition and Spatial Distribution of Zooplankton based on Environmental DNA (eDNA) in the Raja Ampat coastal waters.id
dc.typeArticleid
dc.typeThesisid
dc.typeStudent Paperid
dc.subject.keywordeDNAid
dc.subject.keywordholoplanktonid
dc.subject.keywordKKPid
dc.subject.keywordmeroplanktonid
dc.subject.keywordnext generation sequencingid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record