| dc.description.abstract | Arsenik anorganik merupakan cemaran zat toksik yang dapat terkandung
dalam bahan pangan terutama dalam beras, ikan, tiram, rumput laut dan lainnya.
Makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) merupakan produk komposit pangan
untuk anak usia 6-24 bulan yang dibentuk menggunakan beberapa bahan pangan,
sehingga dimungkinkan mengandung arsenik anorganik yang merugikan
kesehatan anak. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh informasi konsumsi
MP-ASI, data verifikasi metode penetapan kadar total arsenik (t-As) dan arsenik
anorganik (i-As), data penetapan kadar t-As dan i-As MP-ASI, data kajian
paparan t-As dan i-As MP-ASI beserta karakteristik risikonya untuk anak usia 6-
24 bulan. Penelitian ini terdiri atas empat bagian, yaitu survei konsumsi, verifikasi
metode analisis t-As serta i-As, kajian paparan total arsenik dan kajian paparan
arsenik anorganik. Survei konsumsi dalam penelitian ini adalah metode potong
lintang yang dilakukan di Jakarta Indonesia pada bulan Maret-April 2019
dilanjutkan penelitian arsenik di laboratorium hingga bulan Juli 2020. Jumlah
responden sebanyak 385 anak, berusia 6-24 bulan dengan berat badan rata-rata 9,2
kg, mewakili total populasi 207.893 anak di Jakarta. Dasar penentuan jumlah
responden menggunakan rumus Isaac-Michael untuk tingkat kesalahan 5%.
Responden dikelompokkan menjadi anak usia 6-8, 9-12, dan 13-24 bulan yang
memiliki berat badan rata-rata masing-masing 7,6, 8,4, dan 9,9 kg. Survei
konsumsi menggunakan metode food recall 24 jam dari makanan yang
dikonsumsi anak. Pengambilan sampel MP-ASI dilakukan secara purposif sesuai
yang dikonsumsi responden, secara representatif, selanjutnya penanganan sampel
dilakukan sampai menjadi sampel uji. Penetapan kadar arsenik baik t-As maupun
i-As dilakukan secara HVG-AAS di laboratorium pangan, Pusat Pengembangan
Pengujian Obat dan Makanan BPOM RI. Analisis data dilakukan dengan
menggunakan perangkat lunak excell dan @risk Pallisade 8.0. Untuk mengetahui
risiko arsenik dilakukan kajian paparan serta karakteristik risiko arsenik menurut
kelompok MP-ASI pada kelompok usia anak.
Anak usia 6-8, 9-12, dan 13-24 bulan secara berturut-turut mengkonsumsi
total MP-ASI 438,6, 672,2, dan 837,0 g/anak/hari. Konsumsi MP-ASI rata-rata
secara keseluruhan untuk anak usia 6-24 bulan didominasi oleh lima kelompok
makanan, yaitu air minum 26,90 g/kgBB/hari, serealia dan olahannya 23,69
g/kgBB/hari, buah-buahan dan olahannya 7,46 g/kgBB/hari, susu dan olahannya
7,41 g/kgBB/hari, serta sayuran dan olahannya 5,95 g/kgBB/hari. Asupan nutrisi
anak pada semua kelompok usia memenuhi AKG kecuali asupan zat besi pada
anak usia 6-8 bulan yang baru terpenuhi 52,4% AKG. Status gizi anak stunting
/wasting kelompok usia 6-8, 9-12, dan 13-24 bulan berturut-turut adalah 22/15,
29/21, dan 32%/18%.
Hasil uji verifikasi metode menunjukkan bahwa metode analisis penetapan
kadar arsenik memenuhi syarat sesuai dengan penggunaannya. Rekoveri pada
penetapan kadar t-As untuk sampel bermatriks 84,79 hingga 104,57% dan sampel
air 64,43%. Presisi metode untuk sampel bermatriks 6,63 hingga 13,41% dan
iii
sampel air 4,66%. Linearitas metode R=0,997 dan Vx0=4,24. Batas deteksi
metode sampel bermatriks 0,04 dan sampel air 0,01 ng/g sedangkan batas
kuantitasi sampel bermatriks 0,12 dan sampel air 0,02 ng/g. Hasil uji verifikasi
metode penetapan kadar arsenik anorganik secara berturut-turut diperoleh
R=0,998; Vx0=0,023; RSD sampel pertama (01K) 2,98% dengan rekoveri 66,34–
70,90%, sampel kedua (05K) 11,60% dengan rekoveri 73,59–107,57%; batas
deteksi 0,04 ng/g dan batas kuantifikasi 0,12 ng/g, semua parameter memenuhi
syarat keberterimaan. Jadi metode penetapan kadar arsenik dalam MP-ASI telah
terbukti sesuai penggunaannya.
Sebelum ditetapkan kadar t-As, MP-ASI dikelompokkan terlebih dahulu
dan dibuat sampel komposit yang homogen. Semua kelompok MP-ASI
mengandung total arsenik dengan kisaran 0,32±0,09 hingga 452,51±200,42 ng/g.
Secara deterministik paparan rata-rata t-As MP-ASI untuk anak usia 6-8, 9-12,
dan 13-24 bulan secara berturut-turut adalah 2,18, 2,96, dan 3,22 μg/kgBB/hari.
Anak-anak dari semua kelompok usia (6-24 bulan) memiliki paparan t-As 2,99
μg/kgBB/hari. Semua nilai paparan ini lebih tinggi dari nilai TDI (2,14
μg/kgBB/hari), sehingga dikategorikan sebagai risiko tinggi dan menimbulkan
masalah kesehatan yang serius. Paparan t-As pada anak usia 6-8 bulan < anak usia
9-12 bulan < anak usia 13-24 bulan. Kontributor utama paparan t-As adalah
serealia dan olahannya, perlu menjadi perhatian penting bagi manajer risiko untuk
mengurangi paparan t-As pada MP-ASI.
Sebagian besar kelompok MP-ASI terdeteksi mengandung arsenik
anorganik, dengan kisaran 0,62±0,34 hingga 411,32±66,80 ng/g. Secara
probabilistik, rata-rata estimasi paparan arsenik anorganik menurut studi kasus
terburuk untuk anak usia 6-8, 9-12, dan 13-24 bulan masing-masing adalah 0,92,
0,99, dan 1,05 μg/kgBB/hari. MOE menurut model kasus terburuk, untuk
kelompok usia anak 6-8, 9-12, dan 13-24 bulan berturut-turut adalah 4, 5, dan 4
berada di bawah 100, berarti paparan i-As pada semua kelompok usia tersebut
dalam kategori risiko tinggi. Kontributor utama paparan i-As adalah volume
konsumsi serealia dan olahannya (Rvolume konsumsi=0,87-0,94), kandungan i-As pada
serealia dan olahannya Rkadar arsenik=0,15-0,2) serta volume konsumsi ikan,
makanan laut dan olahannya (R=0,01-0,26).
Maksimum level kadar i-As dalam MP-ASI didasarkan pada alternatif,
kadar riil i-As sampel, dan rasio i-As terhadap ML t-As Perka Badan yang sudah
ada. Alternatif ML i-As tersebut 42,6 ng/g dan 45,1 ng/g, jika disertai kombinasi
dengan pengurangan jumlah konsumsi serealia dan olahannya dari 23,7 menjadi
5,9 g/kgBB/hari (75%) dan juga pengurangan konsumsi ikan dan olahannya dari
0,8 menjadi 0,2 g/kgBB/hari (75%), menyebabkan penurunan paparan dari 1,09
menjadi 0,75-0,34 μg/kgBB/hari dan dari 2,50 menjadi 1,57-1,13 μg/kgBB/hari,
menunjukkan paparan di bawah BMDL0,5. | id |