| dc.description.abstract | Cabai rawit (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu komoditas
unggulan hortikultura yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Tingginya
permintaan konsumsi cabai rawit mendorong dilakukannya berbagai upaya untuk
meningkatkan produktivitas tanaman cabai. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi
daya hasil dan keragaan berbagai galur harapan cabai rawit IPB. Penelitian
dilaksanakan pada bulan September 2020 sampai Maret 2021 di Kebun Percobaan
Leuwikopo dan Laboratorium Pemuliaan Tanaman IPB. Penelitian ini
menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) satu faktor, yaitu
genotipe cabai rawit (F10.145291-10-7-1-1-2-1-3-6, F11.145291-115-8-1-1-2-5-
1-4-1 (4H), F11.160291-3-12-5-51-1-1-2-2-1, F8.145291-14-9-3-12-1-1,
F10.145174-9-7-1-5-3-1-2-5, F11.145291-115-15-8-1-1-2-5-1-6K-1 (4K), Harita,
Genie, dan Bara). Hasil analisis ragam sembilan genotipe cabai rawit
menunjukkan bahwa genotipe berpengaruh nyata terhadap semua karakter
kuantitatif, kecuali bobot per bedeng, produktivitas, dan persentase tanaman hidup.
Varietas uji Harita memiliki umur panen yang genjah yaitu 59–65 HST, sehingga
berpotensi didaftarkan sebagai varietas unggul untuk komersialisasi. Galur uji
F10.145291-10-7-1-1-2-1-3-6 (7,55 ton ha-1), F11.145291-115-8-1-1-2-5-1-4-1
(4H) (7,65 ton ha-1), F11.160291-3-12-5-51-1-1-2-2-1 (7,67 ton ha-1), dan
F11.145291-115-15-8-1-1-2-5-1-6K-1 (4K) (7,41 ton ha-1) juga berpotensi
didaftarkan sebagai varietas unggul komersial karena memiliki keunggulan berupa
daya hasil dan keragaan yang berbeda dengan varietas pembanding. | id |