Perbandingan Saluran Modular dengan Beton Kanvas untuk Perencanaan Saluran Irigasi Tersier Desa Argopeni Kebumen
Abstract
Saluran irigasi tersier Desa Argopeni melayani lahan seluas 98.65 ha. Kondisi saluran saat ini menggunakan konstruksi urugan tanah yang menyebabkan kehilangan air yang besar. Ketika musim hujan debit aliran yang besar menyebabkan dinding tererosi sehingga mengakibatkan pendangkalan saluran. Kondisi ini mengurangi efisiensi irigasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk menyelesaikan masalah tersebut. Saat ini inovasi irigasi telah ditemukan, sehingga penelitian dilakukan untuk merencanakan saluran tersier dengan menerapkan teknologi irigasi berupa saluran modular dan beton kanvas kemudian membandingkan keduanya dari aspek desain, rencana anggaran biaya, dan efektivitas pekerjaan. Penelitian ini dilakukan di Saluran Tersier Desa Argopeni, Kebumen dengan panjang panjang 448 m. Untuk menentukan dimensi saluran terlebih dahulu menghitung kebutuhan air di area layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperlukan 2.80 liter/detik/ha untuk memenuhi kebutuhan air pada petak tersier. Efisiensi saluran tersier sebesar 80% sehingga kapasitas saluran adalah 0.47 m3/s. Saluran direncanakan berbentuk trapesium dengan kemiringan dinding 1:1.5; lebar dasar 0.8 m; lebar atas 1.2 m; tinggi muka air 0.60 m; dan tinggi jagaan 0.2 m, total tinggi saluran adalah 0.80 m. Saluran modular terdapat modul yang memiliki ketebalan 0,8 m dengan konfigurasi 1-0, artinya terdiri dari modul 1 lantai, 2 modul siku, dan 2 modul dinding dengan anggaran yang direncanakan sebesar Rp 260.501.000,00,-. Saluran beton kanvas menggunakan tipe 8 (CC8) dengan ketebalan 0.8 m dan lebar gulungan 1.1 m dengan anggaran Rp 707.980.000,00,-. Pekerjaan saluran ini direncanakan pada bulan Oktober dengan jenis saluran terpilih yaitu saluran modular karena memiliki efektivitas pekerjaan yang lebih baik dibandingkan saluran beton kanvas menurut kebutuhan biaya dan efektivitas pekerjaan.
