Pendugaan kebutuhan energi metabolis dan protein ayam broiler berdasarkan hasil pemberian makanan cara kafetaria

Date
1988Author
Ahmad, Baihaqi H.
H. R. Anggorodi
Wahju, Juju
Martojo, Harimurti
Sugandi, Dawan
Sutardi, Toma
Barizi
Tanudimadja, Kusmat
Metadata
Show full item recordAbstract
Telah dilakukan penelitian di Fakultas Peternakan IPB Bogor, bertujuan menggali informasi seberapa jauh kemampuan broiler dengan perilaku dan pengalamannya ayam ikut Ransum menentukan menyusun ransum memenuhi kebutuhannya. yang disusun tidak saja berdasarkan kandungan nutriennya tetapi juga berdasarkan selera ayam diduga akan lebih efektif penggunaannya. Ransum yang disusun bagaimanapun baiknya akan gagal memenuhi fungsinya bila tidak dimakan atau ditolak. Ransum sempurna adalah ransum yang cukup mengandung nutrien dan disukai ayam. Berdasarkan hasil hipotesa yang didapatkan, ditetapkan perlunya modifikasi penyusunan dan penyediaan ransum untuk meningkatkan keefek-ransum sesuai kondisi tifan dan keefisienan penggunaan lingkungan khas Indonesia.
Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap percobaan, masing-masing menggunakan 250 dan 150 ekor ayam Broiler Galur CP 707 umur sehari sampai dengan delapan minggu dengan Rancangan Acak Lengkap Pola Faktorial. Percobaan pertama menggunakan sebelas bahan makanan, diberikan secara kafetaria atau bebas pilih yaitu jagung, dedak, lemak, bungkil kedele, kacang hijau, ikan, bungkil kelapa, mineral campuran, daun lamtoro (Leucaena leucocephala), daun gamal (Gliricidia maculata) dan daun singkong. Semua bahan makanan dalam bentuk seragam tepung, ditempatkan terpisah dan berpeluang untuk dipilih ayam sama ; diberikan ad libitum.
Percobaan kedua menggunakan tiga perlakuan ransum yaitu hasil pilihan ayam percobaan pertama, Scott et al. (1976) dan ransum secara ransum komersial sebagai uji banding ransum untuk melihat efektifitas peranan selera ayam dan palatabilitas ransum. ...
Collections
- DT - Animal Science [366]

