IPB University Logo

SCIENTIFIC REPOSITORY

IPB University Scientific Repository collects, disseminates, and provides persistent and reliable access to the research and scholarship of faculty, staff, and students at IPB University

AI Repository
 
Building and Categories


      View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Fisheries
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Fisheries
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Penggunaan Celah Pelolosan pada Bubu untuk Penangkapan Ikan Kerapu dan Strategi Implementasinya di Pulau Karimunjawa.

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (526.1Kb)
      Fullteks (4.038Mb)
      Lampiran (2.658Mb)
      Date
      2021
      Author
      Maulina, Irma Dwi
      Purbayanto, Ari
      Nurani, Tri Wiji
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Karimunjawa merupakan gugusan pulau di Taman Nasional Karimunjawa Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah dengan keanekaragaman terumbu karang cukup tinggi. Perairan Karimunjawa memiliki potensi ikan karang diperkirakan sebanyak 509 spesies yang berpeluang untuk dimanfaatkan melalui kegiatan penangkapan. Salah satu jenis alat tangkap yang umum digunakan untuk menangkap ikan karang yakni bubu. Pengoperasian bubu dengan metode menjebak ikan kerapu sebagai target tangkapan utama. Permintaan ikan kerapu hidup cukup tinggi mencapai 3000 kg per tahun dengan kisaran harga Rp 250.000,00 hingga Rp 270.000,00/kg. Tingginya harga ikan kerapu mendorong nelayan menangkap semua ukuran, termasuk ikan kerapu muda yang belum pernah memijah (immature fish). Apabila hal ini diabaikan, akan berpeluang mengancam status keberlanjutan sumber daya ikan kerapu. Salah satu cara untuk mengurangi hasil tangkapan ikan kerapu muda yang belum layak tangkap yakni dengan penggunaan celah pelolosan. Namun hingga saat ini, belum diketahui efektivitasnya ketika diaplikasikan pada penangkapan ikan kerapu dengan bubu di perairan Pulau Karimunjawa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis komposisi hasil tangkapan dan menilai efektivitas penggunaan celah pelolosan, (2) mendeskripsikan respon tingkah laku ikan kerapu setelah terperangkap ke dalam bubu, (3) mengestimasi rasio kelangsungan hidup ikan kerapu pasca penangkapan, dan (4) merumuskan strategi implementasi alat tangkap bubu yang dilengkapi celah pelolosan untuk meloloskan ikan kerapu muda yang belum layak tangkap. Penelitian dilakukan dengan metode experimental fishing (penangkapan ikan eksperimental). Pengumpulan data melalui observasi, pengukuran langsung di lapangan, dan wawancara. Penangkapan ikan eksperimental dilakukan dengan menggunakan 3 (tiga) unit bubu bercelah pelolosan dan 3 (tiga) unit bubu tanpa celah pelolosan. Asumsi yang digunakan dalam penelitian ini yakni daya tangkap bubu, keahlian nelayan, dan kondisi oseanografi perairan di mana alat tangkap dioperasikan, sama. Efektivitas penggunaan celah pelolosan dihitung berdasarkan jenis dan ukuran ikan kerapu yang tertangkap dan lolos melalui celah pelolosan kemudian dianalisis secara deskriptif. Pengamatan respon tingkah laku ikan kerapu setelah terperangkap ke dalam bubu dilakukan dengan kamera video bawah air. Kondisi ikan pasca pelolosan diobservasi kerusakan fisiknya. Kelangsungan hidup ikan kerapu pasca penangkapan dianalisis dan digambarkan kurvanya. Kurva rasio kelangsungan hidup diestimasi dengan metode kuadrat terkecil non linier menggunakan fasilitas Solver pada Microsoft Excel. Strategi implementasi alat tangkap bubu yang dilengkapi dengan celah pelolosan untuk meloloskan ikan kerapu belum layak tangkap dirumuskan dengan metode Interpretive Structural Modelling (ISM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan celah pelolosan dapat menurunkan hasil tangkapan ikan kerapu muda yang belum layak tangkap dengan tingkat efektivitas 69.23%. Ikan kerapu memberikan respon tingkah laku yang berbeda antar jenis dan kondisi fisik pasca penangkapan. Proses penangkapan mengakibatkan sejumlah kerusakan fisik. Kerusakan fisik yang teridentifikasi yakni kerusakan pada kepala bagian atas, mulut bagian bawah, badan dan insang. Kerusakan fisik didominasi oleh ikan kerapu berukuran layak tangkap. Ikan kerapu yang mengalami kerusakan fisik menunjukkan perilaku berenang tidak normal dan penurunan nafsu makan. Ikan kerapu pasca pelolosan dapat bertahan hidup dengan rasio kelangsungan hidup pada hari ke-8 pasca penangkapan sebesar 77.88% dimana rasio kelangsungan hidup ikan juvenil 86.40% lebih tinggi dibanding ikan kerapu dewasa 69.20%. Implementasi bubu yang dapat meloloskan ikan kerapu belum layak tangkap memerlukan aksi strategis dan sinergi dengan memperhatikan elemen kunci. Sub elemen pada elemen tujuan yang teridentifikasi menjadi kunci berdasarkan hasil penelitian, yakni meloloskan ikan kerapu belum layak tangkap dengan kelangsungan hidup tinggi. Strategi implementasi membutuhkan sejumlah aktivitas yang menjadi kunci sehingga perlu untuk segera dilakukan, yakni uji coba operasi bubu dilengkapi celah dengan pelolosan, meningkatkan koordinasi antar instansi dan pemangku kepentingan (stakeholder) terkait, dan meningkatkan pengawasan serta penegasan sanksi pelanggaran. Implementasi ini menimbulkan kekhawatiran akan menurunkan pendapatan nelayan. Kekhawatiran tersebut menjadi kunci dalam elemen kendala yang berpotensi menghambat pelaksanaan program sehingga perlu untuk segera dicarikan solusi. Ketika kendala yang menjadi elemen kunci teratasi, maka elemen lain dapat segera terselesaikan untuk meminimalisir kegagalan sehingga implementasi dapat berjalan sesuai tujuan. Keberhasilan implementasi bubu yang dilengkapi celah pelolosan tidak terlepas dari peran sejumlah lembaga dan stakeholder terkait. Lembaga yang memiliki keterlibatan cukup vital dalam pelaksanaan implementasi ini, yakni DKP Provinsi Jawa Tengah, DKP Kabupaten Jepara dan kelompok nelayan. Pelaksanaan implementasi akan memberikan pengaruh terhadap sejumlah kalangan masyarakat dimana dalam hal ini nelayan bubu yang menjadi elemen kunci. Artinya nelayan berperan sebagai pihak yang menggerakkan dan mempengaruhi sub elemen lain untuk keberhasilan implementasinya.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/107701
      Collections
      • MT - Fisheries [3247]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository