Show simple item record

dc.contributor.advisorYuwono, Arief Sabdo
dc.contributor.authorPinem, Adisty Victoria Andhara
dc.date.accessioned2021-06-25T09:05:29Z
dc.date.available2021-06-25T09:05:29Z
dc.date.issued2021
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/107128
dc.description.abstractIndeks Standar Pencemar Udara (ISPU) merupakan standar kualitas udara yang berlaku di Indonesia. Salah satu parameter ISPU adalah nitrogen dioksida (NO2) yang memiliki nilai konsentrasi minimum sebesar 80 μg/Nm3 pada ISPU 0- 50. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi konsentrasi NO2 yang bernilai kurang dari 80 μg/Nm3 dalam udara ambien dan menentukan nilai ISPU berdasarkan konsentrasi NO2. Penelitian ini berlangsung pada bulan Februari-April 2021 menggunakan data sekunder dan data primer yang diperoleh dari pengukuran langsung di lapangan. Prosedur untuk pengujian konsentrasi NO2 mengacu pada SNI 7119-2:2017. Kisaran konsentrasi NO2 yang diperoleh dari data pemantauan di Jakarta dan Bogor adalah 6-51 μg/Nm3 , sedangkan berdasarkan hasil sampling sebesar 17-40 μg/Nm3 . Konsentrasi NO2 dari data pemantauan dan sampling sangat rendah dibandingkan batas konsentrasi minimum NO2 pada ISPU. Nilai ISPU untuk konsentrasi NO2 maksimum di Jakarta dan Bogor adalah 32 dan nilai tersebut cukup rendah dibandingkan standar minimum untuk nilai ISPU NO2 yaitu 0-50. Batas konsentrasi NO2 yang relevan sebagai indikator awal untuk nilai ISPU 0-50 adalah 0-37 μg/Nm3 dan untuk nilai ISPU 51-100 sebesar 38-68 μg/Nm3 berdasarkan studi toksisitas NO2.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleEvaluasi Indeks Standar Pencemar Udara untuk Parameter NO2 di Kota Jakarta dan Bogorid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordambient airid
dc.subject.keywordIndonesian air pollution standard indexid
dc.subject.keywordnitrogen dioxideid
dc.subject.keywordsamplingid
dc.subject.keywordtoxicityid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record