Show simple item record

dc.contributor.advisorKartika, Juang Gema
dc.contributor.advisorSari, Maryati
dc.contributor.authorDani, Robi Rahmat
dc.date.accessioned2021-06-25T07:45:55Z
dc.date.available2021-06-25T07:45:55Z
dc.date.issued2021
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/107125
dc.description.abstractKacang hias (Arachis pintoi Krap & Greg.) merupakan tanaman yang sering dimanfaatkan sebagai tanaman penutup tanah. Perbanyakan dapat dilakukan secara vegetatif maupun generatif. Penelitian terkait bahan perbanyakan dilakukan bertujuan: (1) mengetahui konsentrasi GA3 dalam produksi benih sebagai bahan perbanyakan generatif, dan (2) mengetahui alas tanam yang efektif dalam penanaman dan pemanena rumpun sebagai bahan perbanyakan vegetatif. Masing masing tujuan dapat dicapai dengan percobaan terpisah secara pararel. Kedua percobaan disusun dengan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) faktor tunggal. Percobaan 1 menggunakan faktor tunggal dengan taraf konsentrasi berupa konsentrasi 0, 75, 150, 225, dan 300 ppm. Percobaan 2 menggunakan faktor tunggal dengan taraf perlakuan tanpa alas (kontrol), kain peles, jaring berbahan dasar poliester 1 x 1 cm, dan tray semai. Hasil percobaan 1 menunjukkan rentang konsentrasi 130–150 ppm memberikan pengaruh terhadap penambahan individu terbanyak, meningkatkan produksi bunga, menghasilkan polong terpanen terbanyak dan daya berkecambah benih tertinggi. Percobaan 2 menunjukkan penggunaan alas tanam jaring berbahan dasar poliester 1 x 1 cm dan tray semai memiliki efektivitas terbaik dalam pertumbuhan dan pemanenan rumpun berdasarkan persentase penutupan tanah, pertumbuhan tanaman, bobot terpanen, serta waktu selama pemanenan.id
dc.description.abstractPinto peanut (Arachis pintoi Krap & Greg.) is often used as a legume cover crop. Propagation can be done vegetatively or generatively. Research related to propagation materials was carried out with the aims of (1) knowing the concentration of GA3 in seed production as a generative propagation material and (2) knowing an effective placemat for planting and harvesting pols as vegetative propagation material. Separate experiments in parallel can achieve each goal. Both trials were arranged in a single-factor randomized complete block design (RCBD). Experiment 1 used a single factor with concentration levels of 0, 75, 150, 225, and 300 ppm. Experiment 2 used a single factor with the level of treatment without a base (control), a cloth, a net made of polyester 1 x 1 cm, and a seedling tray. The results of experiment 1 showed that the concentration range of 130–150 ppm affected the addition of the most individuals, increasing flower production, producing the most harvested pods, and the highest seed germination. Experiment 2 revealed that using a 1 x 1 cm polyester-based planting mat and the seedling tray was examined to be most effective in the growth and harvesting of pols based on the percentage of soil cover, plant growth, harvested weight, and time during harvesting.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleEfektivitas penggunaan beberapa jenis alas tanam dan aplikasi GA3 pada pertumbuhan dan produksi benih kacang hias (Arachis pintoi Krap & Greg)id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordgrowth regulatorsid
dc.subject.keywordlegume cover cropid
dc.subject.keywordpodsid
dc.subject.keywordsoil coveringid
dc.subject.keywordstolonsid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record