Show simple item record

dc.contributor.advisorHarianto, Harianto
dc.contributor.advisorAsmarantaka, Ratna Winandi
dc.contributor.authorAndriani, Meily
dc.date.accessioned2021-03-16T13:06:46Z
dc.date.available2021-03-16T13:06:46Z
dc.date.issued2021
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/106297
dc.description.abstractIndonesia merupakan salah satu dari tiga negara importir gula terbesar di dunia. Impor gula dilakukan pemerintah Indonesia disebabkan oleh permintaan gula yang lebih tinggi dari jumlah produksinya. Gula yang di impor oleh Indonesia berupa gula kristal mentah atau raw sugar yang digunakan sebagai bahan baku untuk industri gula kristal putih dan gula kristal rafinasi. Kebijakan tarif dan kuota merupakan instrumen yang digunakan pemerintah untuk melindungi industri dalam negeri dan menjaga kestabilan pasar domestiknya, serta memberikan kesempatan bagi sektor atau industri tertentu untuk berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : (1) faktor-faktor yang mempengaruhi impor raw sugar di Indonesia; (2) menganalisis dan mengevaluasi dampak kebijakan tarif impor raw sugar terhadap industri gula di Indonesia; (3) menganalisis dan mengevaluasi dampak kebijakan kuota impor raw sugar terhadap industri gula di Indonesia. Penelitian ini menggunakan model ekonometrika dalam bentuk sistem persamaan simultan yang terdiri dari 8 persamaan struktural dan 4 persamaan identitas. Data yang digunakan merupakan data sekunder dengan rentang waktu (time series) selama periode 19992017. Negara pemasok impor raw sugar ke Indonesia yaitu Thailand, Brazil dan Australia dengan masing-masing share 46.85%, 27.10% dan 18.53% terhadap total volume impor raw sugar ke Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi impor raw sugar di Indonesia menunjukkan bahwa pada produksi gula kristal putih dan gula kristal rafinasi, variabel trend waktu responsif terhadap produksi kedua jenis gula tersebut. Perubahan harga riil raw sugar impor Indonesia dari Thailand, kuota impor raw sugar Indonesia, dan trend waktu yang berpengaruh terhadap impor raw sugar Indonesia dari Thailand, Brazil dan Australia. Pada harga riil impor raw sugar dari Thailand, Brazil dan Australia yang berpengaruh yakni harga riil raw sugar dunia dan tarif impor raw sugar Indonesia. Hasil simulasi dari dampak kebijakan tarif dan kuota impor raw sugar terhadap industri gula di Indonesia periode 2010-2017 menunjukkan bahwa terjadinya penurunan permintaan dan penawaran impor raw sugar. Hal ini disebabkan oleh harga impor raw sugar Indonesia dari Thailand, Brazil dan Australia yang mengalami kenaikan, menyebabkan jumlah impor raw sugar dari negara Thailand, Brazil dan Australia mengalami penurunan yang juga mengakibatkan produksi Gula Kristal Putih dan Gula Kristal Rafinasi menurun didalam negeri. Dengan produksi gula domestik (gula kristral putih dan kristal rafinasi) menurun (tidak dapat ditingkatkan), maka Indonesia akan terus melakukan impor. Sehingga diperlukan perlindungan terhadap industri gula salah satunya dengan menunjang kebijakan produksi gula, seperti teknologi pada budidaya tebu dan efisiensi pabrik gula. Alternatif tersebut dapat digunakan dalam jangka panjang untuk meningkatkan kinerja industri gula di dalam negeri sehingga produksi dapat meningkatkan efisiensinya.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleDampak Kebijakan Tarif dan Kuota Impor Raw Sugar Terhadap Industri Gula di Indonesiaid
dc.title.alternativeThe Impact of Import Tariff and Quota Policies of Raw Sugar on The Sugar Industry in Indonesiaid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordImporid
dc.subject.keywordtarifid
dc.subject.keywordkuotaid
dc.subject.keywordraw sugarid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record