Dampak Kebijakan Tarif dan Kuota Impor Raw Sugar Terhadap Industri Gula di Indonesia
Date
2021Author
Andriani, Meily
Harianto, Harianto
Asmarantaka, Ratna Winandi
Metadata
Show full item recordAbstract
Indonesia merupakan salah satu dari tiga negara importir gula terbesar di
dunia. Impor gula dilakukan pemerintah Indonesia disebabkan oleh permintaan
gula yang lebih tinggi dari jumlah produksinya. Gula yang di impor oleh Indonesia
berupa gula kristal mentah atau raw sugar yang digunakan sebagai bahan baku
untuk industri gula kristal putih dan gula kristal rafinasi. Kebijakan tarif dan kuota
merupakan instrumen yang digunakan pemerintah untuk melindungi industri dalam
negeri dan menjaga kestabilan pasar domestiknya, serta memberikan kesempatan
bagi sektor atau industri tertentu untuk berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis : (1) faktor-faktor yang mempengaruhi impor raw sugar di Indonesia;
(2) menganalisis dan mengevaluasi dampak kebijakan tarif impor raw sugar
terhadap industri gula di Indonesia; (3) menganalisis dan mengevaluasi dampak
kebijakan kuota impor raw sugar terhadap industri gula di Indonesia. Penelitian ini
menggunakan model ekonometrika dalam bentuk sistem persamaan simultan yang
terdiri dari 8 persamaan struktural dan 4 persamaan identitas. Data yang digunakan
merupakan data sekunder dengan rentang waktu (time series) selama periode 19992017.
Negara pemasok impor raw sugar ke Indonesia yaitu Thailand, Brazil dan
Australia dengan masing-masing share 46.85%, 27.10% dan 18.53% terhadap total
volume impor raw sugar ke Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor
yang mempengaruhi impor raw sugar di Indonesia menunjukkan bahwa pada
produksi gula kristal putih dan gula kristal rafinasi, variabel trend waktu responsif
terhadap produksi kedua jenis gula tersebut. Perubahan harga riil raw sugar impor
Indonesia dari Thailand, kuota impor raw sugar Indonesia, dan trend waktu yang
berpengaruh terhadap impor raw sugar Indonesia dari Thailand, Brazil dan
Australia. Pada harga riil impor raw sugar dari Thailand, Brazil dan Australia yang
berpengaruh yakni harga riil raw sugar dunia dan tarif impor raw sugar Indonesia.
Hasil simulasi dari dampak kebijakan tarif dan kuota impor raw sugar
terhadap industri gula di Indonesia periode 2010-2017 menunjukkan bahwa
terjadinya penurunan permintaan dan penawaran impor raw sugar. Hal ini
disebabkan oleh harga impor raw sugar Indonesia dari Thailand, Brazil dan
Australia yang mengalami kenaikan, menyebabkan jumlah impor raw sugar dari
negara Thailand, Brazil dan Australia mengalami penurunan yang juga
mengakibatkan produksi Gula Kristal Putih dan Gula Kristal Rafinasi menurun
didalam negeri. Dengan produksi gula domestik (gula kristral putih dan kristal
rafinasi) menurun (tidak dapat ditingkatkan), maka Indonesia akan terus melakukan
impor. Sehingga diperlukan perlindungan terhadap industri gula salah satunya
dengan menunjang kebijakan produksi gula, seperti teknologi pada budidaya tebu
dan efisiensi pabrik gula. Alternatif tersebut dapat digunakan dalam jangka panjang
untuk meningkatkan kinerja industri gula di dalam negeri sehingga produksi dapat
meningkatkan efisiensinya.
Collections
- MT - Economic and Management [3196]
